Kesehatan
Tips Menjaga Kesehatan Jantung Selama Puasa Dan Menu Sederhana Untuk Berbuka
Jantung merupakan organ yang memiliki peran penting dalam tubuh manusia.
Tips Menjaga Kesehatan Jantung Selama Puasa Dan Menu Sederhana Untuk Berbuka
BANGKAPOS.COM-- Ibadah puasa hampir selesai, apakah anda merasa kesehatan terganggu.
Jika ia, periksa kembali menu yang dikonsumsi dan aturlah sesuai kebutuhan.
Salah satunya yang paling terasa saat puasa ini adalah jantung.
Jantung merupakan organ yang memiliki peran penting dalam tubuh manusia.
Oleh karena itu, kesehatannya perlu terus dipelihara agar terhindar dari berbagai gangguan atau penyakit.
Menjaga kesehatan jantung bisa dilakukan melalui beberapa cara, salah satunya menerapkan pola hidup dan pola makan sehat.
Berpuasa di Bulan Ramadan bisa menjadi titik di mana kita berkomitmen kembali menerapkan pola makan sehat.
Oleh karena itu, penting untuk memilih menu sahur dan buka yang baik untuk menunjang kesehatan jantung.
"Berpuasa tentu baik terhadap kesehatan jantung, karena kita bisa berlatih menahan diri dan bisa memilih makanan yang bergizi untuk tubuh kita." Ungkap Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Vito Anggarino Damay, seperti ditulis Kompas.com
Lalu, apa saja jenis makanan yang perlu dihindari saat sahur dan buka demi menjaga kesehatan jantung.
Sahur
Disarankan memilih makanan tinggi serat, seperti sayur-sayuran dan karbohidrat kompleks.
Daripada memilih nasi putih, kamu bisa mengonsumsi nasi merah atau roti gandum agar kenyang lebih lama dan menjaga gula darah lebih stabil.
Bukan berarti kita sama sekali tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan yang digoreng.
Namun, seimbangkan dengan konsumsi sayur-sayuran.
Selain tinggi serat, sayur-sayuran juga mengandung fitosterol yang bisa membantu menghalangi penyerapan kolesterol jahat dalam usus.
Seperti diketahui, kolesterol tinggi juga meningkatkan risiko serangan jantung.
"Jadi usahakan tetap makan sayur dan karbohidrat kompleks kalau bisa, bukan nasi putih," papar Vito.
Buka
Awali buka puasa dengan minum air putih untuk merehidrasi tubuh.
Setelah itu, mengonsumsi buah seperti kurma untuk mengawali buka puasa.
Vito menjelaskan, kurma mengandung gula sederhana yang mampu dengan cepat menaikkan gula darah dalam tubuh.
Itu sangat baik karena kondisi gula darah selama berpuasa cenderung rendah.
Hindari memulai buka puasa dengan menu yang digoreng, seperti yang biasa dilakukan oleh masyarakat umum.
Selain lambat memberikan suntikan tenaga untuk tubuh, gorengan juga tinggi kalori dan bisa meningkatkan kolesterol jahat.
Kolesterol jahat bisa memicu penimbunan pada pembuluh darah yang mengakibatkan serangan jantung di kemudian hari.
"Jadi secara jangka panjang tidak bagus, jangka pendek juga tidak bagus," lanjut Vito.
Tips sehat berbuka puasa.
1. Mulailah dengan minuman air
Segera konsumsi air setelah adzan maghrib berkumandang, mulailah dengan satu atau dua gelas.
Makanan atau minuman manis alias takjil yang dikonsumsi saat berbuka puasa memang disarankan untuk mengembalikan kadar gula darah dengan cepat setelah seharian berpuasa.
Meski begitu, batasi jumlahnya dan sebaiknya memilih jenis makanan yang mengandung serat serta vitamin.
Misalnya smoothie buah atau sayuran yang ditambahkan satu sendok bubuk protein.
2. Pilih beragam buah
Batasi asupan camilan serba manis dan gorengan.
Perbanyak asupan buah untuk dorongan energi dan hidrasi yang sangat dibutuhkan tubuh.
Kamu bisa memilih buah mangga, leci, ceri, pir, atau anggur karena kadar gula dan nutrisi alami yang tinggi.
Ganti buah setiap beberapa hari untuk mendapatkan manfaat dari beragam nutrisi.
3. Semangkuk sup
Saat berbuka, setelah minum mulailah dengan sesuatu yang sederhana untuk menghindari gangguan pencernaan karena langsung makan berat saat perut kosong.
Pilih dari sup sayuran, ayam, daging sapi dan kaldu tulang, atau soto untuk makanan padat nutrisi.
Selain mudah dalam sistem pencernaan, makanan ini juga menghidrasi tubuh.
4. Keseimbangan adalah kunci
Penting untuk diingat bahwa kamu tidak bisa langsung kalap dengan makan tanpa henti sepanjang malam karena hal itu pasti akan menambah berat badan.
Bagilah waktu makan kecil menjadi beberapa kali, mulai dari makanan kecil setelah buka puasa, makan berat setelah shalat Maghrib, serta camilan tinggi serat atau takjil setelah tarawih, seperti puding buah tanpa gula.
Jauhi makanan cepat saji berlemak tinggi. Pilih makanan kaya protein seperti tahu, telur, kacang-kacangan atau daging tanpa lemak untuk mempertahankan massa otot.
5. Pilih karbohidrat sehat
Selama masa puasa, tubuh akan menggunakan glikogen (karbohidrat yang disimpan) untuk energi dan aktivitas otak, jadi penting untuk mengganti simpanan yang habis.
Tambahkan banyak serat ke dalam menu seperti nasi merah, quinoa, pasta gandum atau kentang manis. (Bangkapos.com.Nordin/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-menu-diet.jpg)