Breaking News:

Kisah Pencarian Kadal Paling Langka di Sekitar Kaldera Danau Toba

Selama 127 tahun menghilang, kadal terlangka di dunia ditemukan lagi oleh sekelompok peneliti di Sumatera Utara.

Penulis: tidakada003 | Editor: Teddy Malaka
Herpitolog Chairunas A. Putra
Kadal berhidung tanduk, Harpesaurus modiglianii Vinciguerra, adalah kadal paling langka di dunia. Setelah 129 tahun menghilang, kadal ini ditemukan lagi di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara. 

BANGKAPOS.COM - 

Selama 127 tahun menghilang, kadal terlangka di dunia ditemukan lagi oleh sekelompok peneliti di Sumatera Utara.

Ini adalah kadal yang dideskripsikan para ilmuwan dengan nama " kadal berhidung tanduk (nose-horned lizard)" atau Harpesaurus modiglianii Vinciguerra.

Menurut catatan modern, spesimen tunggal kadal berhidung aneh ini ditemukan pertama kali di Sumatera Utara pada 1891, lalu dideskripsikan oleh ilmuwan pada 1933.

Pada 2018, sekelompok peneliti gabungan Indonesia dan internasional melakukan penelusuran ke Danau Toba dan sekitar kaldera. Di sanalah, mereka menemukan kadal H. modiglianii.

Dengan kata lain, itu adalah kali kedua H. modiglianii ditemukan oleh peneliti. Bahkan, mereka berhasil menyusun deskripsi spesies ini dengan lebih detail.

Tim gabungan terdiri dari A.A Thasun Amarasinghe (pakar taksonomi herpert dari Research Center for Climate Change Universitas Indonesia/RCCC UI), Chairunas A. Putra (ornhitologi dan herpetologi), Desy Hikmatullah, Stefano Scali, JanJaap Brinkman, Ulrich Manthey, dan Ivan Ineich.

Kepada Kompas.com, Thasun bercerita bahwa kadal tersebut pertama kali dilihat oleh koleganya, Chairunas.

Bagaimana kisah pencariannya?
Thasun dan tim melakukan penelusuran di hutan Sumatera Utara pada Juni 2018.

Pada 15 Juni 2018, tim menelusuri hutan di sekitar kaldera Toba yang ada di ketinggian 1.675 meter di atas permukaan air laut.

Di sanalah, untuk pertama kalinya tim Thasun menemukan spesimen agamidae (suku kadal) mati di tanah hutan.

Setelah diamati dengan saksama, mereka menyadari kadal yang mati itu merujuk pada genus Harpesaurus.

"Dari keadaan dekomposisi, kami menyimpulkan bahwa spesimen telah mati selama 2-3 hari. Anehnya, kadal itu mati bukan karena dimakan predator dan penyebab kematiannya masih belum diketahui," tulis tim dalam laporan mereka yang terbit di jurnal Taprobanica.

Pemeriksaan menunjukkan itu adalah kadal jantan H. modiglianii, yang telah hilang selama lebih dari 120 tahun.

Habitat kadal H. modiglianii di sekitar Danau Toba pada ketinggian 1.675 meter di atas permukaan laut. Gambar A menunjukkan lokasi penemuan kadal H. modiglianii. Gambar B menunjukkan penggundulan hutan di sekitar habitat yang dikhawatirkan dapat mengancam H. modiglianii.Thasun Amarasinghe dkk/Jurnal Taprobanica Habitat kadal H. modiglianii di sekitar Danau Toba pada ketinggian 1.675 meter di atas permukaan laut. Gambar A menunjukkan lokasi penemuan kadal H. modiglianii. Gambar B menunjukkan penggundulan hutan di sekitar habitat yang dikhawatirkan dapat mengancam H. modiglianii.
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved