Selasa, 7 April 2026

Berita Pangkalpinang

IMPROVE Indonesia Gelar Bicang Politik Menuju Era New Normal

IMPROVE Indonesia menyelenggarakan Seminar Online dengan tema 'Bincang Politik Akhir Pandemi, Menuju Era New Normal'

Editor: nurhayati
Ist/Humas dan IT IMPROVE Indonesia
IMPROVE Indonesia Gelar Bicang Politik Menuju Era New Normal 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- IMPROVE Indonesia menyelenggarakan Seminar Online dengan tema 'Bincang Politik Akhir Pandemi, Menuju Era New Normal', Selasa (2/6/2020).

Founder IMPROVE Indonesia, Novendra Hidayat menyampaikan, keberadaan IMPROVE Indonesia bertujuan untuk mendorong dan mengoptimalisasi pembangunan politik, hukum dan demokrasi yang sehat dan beradab.

"IMPROVE Indonesia digagas oleh para intelektual muda progresif lintas profesi dan organisasi dari berbagai penjuru nusantara. Langkah awal, kita mulai episentrumnya dari Negeri Serumpun Sebalai, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," jelas Novendar

"Kegiatan ini menggunakan aplikasi zoom meeting, dimana narasumber dan peserta kegiatan berada tak harus di tempat yang sama namun tetap dalam satu frekuensi kegiatan," ungkap Novendar, yang juga Dosen Ilmu Politik FISIP, UBB yang saat ini sedang menempuh studi doktoral di Program Pasca Sarjana FISIP Universitas Padjadjaran.

Pihaknya berharap tradisi ilmiah (seminar dan diskusi) semacam ini diharapkan dapat berkelanjutan dan episentrumnya tumbuh di seluruh Indonesia dengan topik dan narasumber yang berbeda sesuai dengan isu yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pilkada Terkesan Dipaksakan

Ranto, Kepala Laboratorium Ilmu Politik FISIP, Universitas Bangka Belitung, mengatakan kebijakan untuk tetap melaksanakan pilkada di masa pandemi covid-19 terkesan dipaksakan.

Apabila pilkada tetap digelar disinyalir hanya akan menguntungkan partai-partai besar seperti PDIP, Golkar dan beberapa partai besar lainnya di sejumlah wilayah di Indonesia.

Ranto juga menyoroti potensi kerawanan penyalahgunaaan kekuasaan terhadap bantuan sosial yang diklaim oleh segelintir elit untuk kepentingan politiknya.

Di sisi lain, Moh Rafli Abbas, Project Manager Institute ASEAN Studies UKI Jakarta sebagai narasumber kedua mengatakan, tanpa disadari dengan berakhirnya masa pandemi menuju era new normal sebenarnya terjadi perubahan struktur sosial ekonomi secara radikal dan global dari masyarakat tradisional menuju masyarakat informasi, yang mana ditandai dengan terbentuknya pola komunikasi berbagai jaringan digital, komunikasi internet dan dunia virtual di sejumlah lapisan masyarakat.

Selain itu juga terjadi perubahan pada struktur birokrasi yang memperlihatkan adanya perubahan yang signifikan sehingga orang menjadi fleksibel dan tiada lagi batasan ruang dan waktu.

Orang bisa membuat pekerjaan untuk dirinya sendiri (self programmer) tanpa struktur hierarki birokrasi yang kaku.

“Dibutuhkan respon kepemimpinan yg inovatif sebagai aktor kunci dalam mengakhiri pandemi covid-19 menuju new normal,” ujar Rafli.

Selain Ranto dan Rafli hadir juga pembicara lainnya seperti Karno, pegiat UMKM di Bangka Belitung, Agung Nugraha, Wakil Sekretaris Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Babel, Rendy Hamzah, Akademisi Ilmu Politik FISIP UBB mengatakan, Muhammad Anshori, pendiri Ponpes Darur Rahmah Lubuk, Bangka Tengah yang merupakan Komisioner FKPT Babel.

Dalam diskusi tersebut IMPROVE Indonesia merekomendasikan beberapa hal yang dapat dilakukan dalam menghadapi new normal, yaitu:

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved