Breaking News:

Psikologi

Imbas Belajar via Daring Bikin Anak Jadi Kecanduan Gadget, Ini Kata Psikolog

Ketika aktivitas belajar di sekolah dilakukan dengan bantuan media internet, maka seperti tak ada pilihan, anak-anak pun menjadi kian terbiasa

THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kemajuan teknologi, dan kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia, tentu akan berdampak pada meningkatnya waktu penggunaan gawai atau gadget pada anak-anak.

Ketika aktivitas belajar di sekolah dilakukan dengan bantuan media internet, maka seperti tak ada pilihan, anak-anak pun menjadi kian terbiasa dengan layar handphone di depan matanya.

Namun bagi banyak orangtua, keadaan ini tentu mendatangkan kecemasan tersendiri, bagi orangtua, era ini menjadi masa pengasuhan anak yang semakin sulit.

Dosen prodi psikologi IAIN SAS Babel, Wahyu kurniawan mengatakan, penggunaan gadget perlu penjelasan dan batasan usia anak, sebelum mengenal sifat dan karakter anak itu sendiri.

"Jika dilihat pada aspek ilmu psikologi perkembangan defenisi anak psikologi anak merupakan sebuah area penelitian yang sangat luas dan kompleks, kecanduan gadget saat ini memang tidak bisa dihindari jika aktifitas di rumah menuntut anak-anak untuk terbatas melakukan aktifitas biasanya," kata Wahyu kepada Bangkapos.com, Minggu (07/06/2020)

Menurutnya, biasanya anak-anak kerap melakukan aktifitas bersamaan dengan teman-teman yang lebih leluasa namun kini cenderung di batasi.

Maka ketergantungan pada gawai pula sulit untuk di bendung. Berdasarkan laporan yang bisa di lansir dimedia online atau jurnal online lainnya kecenderungan menggunaakan gawai pada usia anak mengalami peningkatan yang sangat tinggi dan akses nya pun kian beragam.

"Jika hal ini tidak bisa di bendung maka jelas akan berpengaruh pada perubahan perilaku anak, kondisi emosi anak, kognitif anak, dan fisik anak," Sebutnya  

Selanjutnya, Kata Dia, respon anak tidak pernah salah yang salah adalah stimulasi yang di berikan baik orang tua maupun orang terdekatnya.

"Maka perlu lah semacam koreksi apa yang di tanamkan kepada anak, seperti kebiasaan dalam pola asuh, asal anak bisa diam maka biarkan menggunakan gawai, atau bahkan orangtua tidak bisa lepas dari gawai dan perilaku itu di tiru," tuturnya

"Atau bahkan orangtua yang durasi pertemuannya tidak lama dengan anak maka jika ia di titipkan pada pengasuhnya anak kerap diberikan gawai karena dianggp efektif padahal ini adalah salah maka ubahlah terlebih dahulu stimulasi yang diberikan," tambahnya

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved