Sabtu, 18 April 2026

Berita Bangka Tengah

Me Hoa: Data Penerima BST Kemensos Karut-marut, Enggak Tahan Dengar Masyarakat Teriak

Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Me Hoa, hari ini Kamis (11/6/2020) melaksanakan kegiatan Dinas Luar (DL) ke Kementrian Sosial, di Jakarta

Editor: Dedy Qurniawan
Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Wakil Ketua DPD PDIP Babel, Me Hoa 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Me Hoa, hari ini Kamis (11/6/2020) melaksanakan kegiatan Dinas Luar (DL) ke Kementrian Sosial, di Jakarta.

Saat dihubungi via WhatsApp, ia mengatakan bahwa tujuannya ke Kemensos untuk melapor ke Menteri Sosial terkait data penerima BST Kemensos yang tidak update.

"Datanya karut-marut, enggak tahan denger masyarakat teriak," ujar Me Hoa, Kamis (11/6) via WhatsApp

Saat ditanyakan apakah terkait hal tersebut mengharuskan dirinya untuk langsung terbang ke Jakarta yang notabene masih dalam zona merah di tengah pandemi Covid-19 saat ini, ia mengatakan bahwa ia lebih memilih untuk bertemu langsung agar penyelesaian permasalahan tersebut lebih jelas.

Ia juga memastikan bahwa dirinya akan menjalankan protokol Covid-19 saat kembali pulang ke Kabupaten Bateng, seperti mengisolasi diri selama 14 hari.

"Pasti itu, tenang aja, kita tahu aturan," pungkasnya. 

Puluhan Emak-emak Datangi Kantor Dinsos Bangka Tengah

Sementara itu secara terpisah, sebelumnya diberitakan, puluhan emak-emak dari berbagai kelurahan di Kecamatan Koba seperti dari Kelurahan Simpang Perlang dan Kelurahan Padang Mulia mendatangi Kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Kamis (11/6/2020).

Dengan membawa anak-anak dan beberapa warga laki-laki, warga ingin melaporkan bahwa selama pandemi Covid-19 ini mereka belum mendapatkan bantuan apapun.

Kehadiran masyarakat langsung disambut oleh Kepala Dinsos PMD Kabupaten Bateng, Risaldi Adhari bersama beberapa orang staffnya untuk menerima keluhan masyarakat di ruang rapat di kantor tersebut.

Satu di antara warga RT 14 Kelurahan Simpang Perlang, Wahyu mengatakan, pembagian bantuan tersebut tidak adil karena menurutnya banyak yang mendapat bantuan justru dari mereka kalangan yang mampu bukan yang tidak mampu.

"Kami merasa tidak adil, banyak yang dapat dari mereka yang mampu, contoh mereka yang punya kontrakan, mereka yang punya usaha, kan mereka itu tidak kekurangan uang, tapi seperti kami ini justru tidak dapat," ujar Wahyu, Kamis (11/6) kepada Bangkapos.com

Ia juga mengatakan sudah mencoba berkonsultasi dengan RT dan lurah setempat namun mereka tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Kemudian mereka langsung diarahkan untuk langsung ke Kantor Dinsos Bateng.

Setelah berdiskusi dengan pihak Dinsos Bateng, Wahyu mengaku puas dan mendapatkan jawaban atas pertanyaannya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved