SEJARAH Konfrontasi Indonesia-Malaysia, Buntut Konflik Ini Indonesia Keluar dari PBB
Pada masa pemerintahan presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, Indonesia pernah berkonflik dengan negara tetangga, Malaysia.
BANGKAPOS.COM - Pada masa pemerintahan presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, Indonesia pernah berkonflik dengan negara tetangga, Malaysia.
Peristiwa yang dikenal dengan bentrokan besar antara gerilyawan Indonesia dan pasukan gabungan Inggris dan Malaysia ini terjadi pada 13 Juni 1964.
Medan konflik terpusat di Sarawak Malaysia dan Borneo Britania.
Bentrokan ini merupakan perang mengenai masa depan Malaya, Brunei, Sabah, dan Sarawak yang terjadi antara Federasi Malaysia dan Indonesia pada 1962 hingga 1966.
Konfrontasi itu sampai membuat Indonesia keluar dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada 1965.
Bagaimana bisa kedua negara tetangga di Asia Tenggara ini bertengkar?
Latar belakang konfrontasi
Sejak pertengahan abad ke-18, tanah Malaya dikuasai Inggris. Pada 8 Februari 1956, Inggris memutuskan memberi kemerdekaan pada Malaysia.
Dikutip dari Sejarah Diplomasi di Indonesia (2018), pada tahun 1961, ada rencana pembentukan Negara Federasi Malaysia.
Malaysia rencananya terbentuk dari Persekutuan Tanah Melayu, Singapura, Sarawak, Brunei, dan Sabah.
Namun rencana ini ditentang oleh Soekarno. Soekarno menganggap pembentukan Negara Federasi Malaysia adalah proyek neokolonialisme Inggris.
Soekarno khawatir kawasan Malaya akan jadi pangkalan militer Barat di Asia Tenggara. Menurut Soekarno, hal itu bisa mengganggu stabilitas di kawasan Asia Tenggara.
Selain Indonesia, Filipina juga tak setuju dengan berdirinya Negara Federasi Malaysia.
Filipina mengklaim Sabah yang akan menjadi bagian dari negara federasi itu dimiliki Kesultanan Sulu yang disewakan kepada Inggris.
Akibatnya, Indonesia dan Filipina berada di posisi yang berseberangan dengan Malaysia dan Inggris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/presiden-pertama-ri-ir-soekarno-saat-berpidato.jpg)