Breaking News:

Gerhana Matahari Cincin

VIDEO : Masjid Jamik Kota Pangkalpinang Gelar Salat Gerhana

Salat dua rakaat, empat kali ruku dan empat kali sujud itu diikuti oleh jamaah dengan khusyuk itu berakhir hingga pukul 14:53 WIB.

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika matahari, bulan dan bumi tepat segaris pada saat itu. Garisan ini akan membuat piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil dari piringan matahari.

Saat puncak gerhana, matahari tampak seperti cincin, pada bagian tengahnya gelap sedangkan bagian pinggir terang.

Salat gerhana matahari ini dianjurkan untuk dilakukan sebanyak dua rekaat, serta hukum menjalankan salat gerhana baik gerhana matahari maupun gerhana bulan adalah sunah mu`akkadah.

Masjid Jamik Kota Pangkalpinang menggelar salat berjamaah gerhana matahari tepat pukul 14:45 WIB, diimami oleh Nurisidi pengeurus masjid Jamik serta bertugas selaku khatib.

Salat dua rakaat, empat kali ruku dan empat kali sujud itu diikuti oleh jamaah dengan khusyuk itu berakhir hingga pukul 14:53 WIB. Dan diakhir diisi khutbah tentang gerhana matahari.

Ketua Bidang Ibadah Masjid Jamik Syahrial mengatakan, salat berjamaah ini dilaksanakan sebagai bentuk pengakuan akan kebesaran dari Allah SWT.

"Gerhana matahari seperti ini memperlihatkan kebesaran Allah SWT dalam menciptakan dunia, alangkah baiknya dijadikan kesempatan untuk kita meminta ampun dan beramal dengan melaksanakan salat gerhana ini," kata Syahrial saat ditemui Bangkapos.com, Minggu (21/06/2020) usai melaksanakan shalat gerhana

Dia menyebutkan, Tidak setiap bulan gerhana matahari, maka dari itu alangkah baiknya kita gunakan sebaik-baiknya ketika fenomena alam seperti ini, dengan melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.

"Dengan adanya gerhana bulan atau gerhana matahari, orang mukmin mendapat kesempatan untuk membuktikan keimanannya. Hendaknya kita bersegera untuk mengerjakan salat gerhana ketika peristiwa itu terjadi," tuturnya

Sementara itu dalam khutbah, Khatib Nursidi mengatakan, anjuran untuk salat gerhana telah disampaikan dari hadist. Hadits dari Al-Muhirah dalam kitab Bulughul Maram no. 526 yang menjelaskan tentang gerhana berbunyi :

"Pada zaman Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah terjadi gerhana matahari yaitu pada hari wafatnya Ibrahim. Lalu orang-orang berseru, terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim.

Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian dan kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya berdo’alah kepada Allah dan salatlah sampai kembali seperti semula."jelasnya
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Dedy Purwadi
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved