Sabtu, 30 Mei 2026

HORIZZON

Dua Anomali Covid-19 yang Seragam

Siapa tahu Covid-19 bukan menular melalui droplet atau aerosol, melainkan mudah menular melalui pikiran

Tayang:
Editor: suhendri
BangkaPos
IBNU TAUFIK Jr / Pimred BANGKA POS GRUP 

ANOMALI dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diuraikan sebagai `tidak seperti yang pernah ada; penyimpangan dari yang sudah ada' atau `penyimpangan dari keseragaman sifat fisik, sering menjadi perhatian eksplorasi.'

Tidak terlalu memaksakan tampaknya ketika kita menggunakan istilah anomali ini untuk melabeli kasus Covid-19 yang terjadi di Toboali, tepatnya kasus Covid-19 dengan pasien Daniel Antonius, seorang pendeta senior di Bangka Selatan.

Jika dilihat dari sudut pandang penularan Covid-19, kasus yang menimpa Daniel Antonius ini tak berlebihan jika disebut sebagai anomali.

Pemahaman umum menyebutkan bahwa virus corona sangat mudah menular.

Covid-19 menular melalui droplet dan aerosol sehingga orang yang terkena percikan batuk dari orang yang terpapar virus bisa tertular.

Atau jika tangan kita menyentuh benda yang terpapar virus dalam kurun waktu tertentu dan kemudian tangan kita menyentuh mata, mulut, atau hidung, kita bisa tertular virus.

Pemahaman umum terhadap virus yang kemudian diyakini inilah yang kemudian menjadi dasar bagaimana kita harus cerdas bersikap agar tak tertular virus.

Dari pemahaman ini pula, pihak berkompeten kemudian menerbitkan regulasi dan juga panduan umum kepada publik agar virus bisa dikendalikan.

Panduan inilah yang kemudian diterbitkan termasuk dikuatkan dengan regulasi resmi agar lebih mengikat.

Covid-19 kita pahami sebagai virus yang sangat berbahaya dan sangat menular yang akhirnya terbitlah apa yang disebut sebagai protokol kesehatan yang harus kita patuhi.

Langkah ini tentu tak perlu diperdebatkan.

Menerbitkan regulasi dan juga termasuk protokol kesehatan ini memang harus dilakukan untuk melindungi masyarakat dan lebih jauh lagi, menjamin keberlangsungan peradaban manusia yang terancam Covid-19.

Masih ingatkah kita saat berdebat soal lockdown?

Lockdown yang tak jadi diberlakukan adalah salah satu langkah yang sempat menjadi diskusi hebat.

Di satu sisi, lockdown diyakini efektif untuk menutup ruang gerak manusia yang artinya juga menutup ruang gerak virus yang tak bisa ke mana-mana tanpa ada pergerakan manusia.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved