Selasa, 14 April 2026

BENTUK-bentuk Pelecehan atau Catcalling pada Wanita yang Kerap Terjadi di Jalanan

Pelecehan seksual kembali viral di media sosial. Korbannya adalah seorang wanita yang diintip belahan payudaranya melalui sorotan CCTV

(shutterstock)
Ilustrasi pelecehan seksual(shutterstock) 

BANGKAPOS.COM - Berita soal pelecehan seksual kembali viral di media sosial. Korbannya adalah seorang wanita yang diintip belahan payudaranya melalui sorotan CCTV.

Dalam rekaman yang beredar di media sosial, terlihat seorang wanita duduk seorang diri sambil minum kopi. Lalu di ruangan lain, ada pegawai pria yang mengawasi CCTV, memperbesar layar monitor tepat di bagian payudara wanita tersebut. Ia kemudian tertawa.

Kelihatannya sederhana, namun tindakan tersebut bisa dikategorikan sebagai pelecehan. Selain itu, ada juga tindakan yang terlihat seperti menggoda, misalnya bersiul atau memanggil seseorang dengan sebutan tertentu, bisa dikategorikan pelecehan.

Lalu apa saja tindakan yang ternyata termasuk pelecehan?

Kamu mungkin pernah dipanggil ‘cantik’ atau ‘seksi’ dan sejenisnya ketika tengah melintas di jalan umum? Jika ya, maka kamu telah mengalami pelecehan seksual berbentuk catcalling.

Catcalling adalah komentar bernada seksual yang dilontarkan oleh laki-laki ke wanita, dan sebaliknya, di tempat umum, misalnya jalan raya, pusat perbelanjaan, stasiun, dan lain-lain.

Bedanya dengan pelecehan seksual pada umumnya adalah laki-laki dan wanita ini tidak saling kenal sehingga kerap juga disebut pelecehan asing.

Selain kata-kata berbau seksual, cat calling juga bisa berbentuk siulan, lirikan, kedipan, bahkan memegang area tubuhnya sendiri, misalnya gerakan meremas alat vital.

Tujuan catcalling bukanlah ingin melakukan pemerkosaan, namun lebih kepada mencari perhatian dari sang wanita.

Bentuk-bentuk catcalling 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Stop Street Harassment, hampir 99 persen responden wanita pernah merasakan pelecehan di jalanan, termasuk catcalling.

Pelecehan seksual ini bukan hanya ketika wanita dihujani kata-kata bernada seksis seperti “kamu cantik” atau “kamu seksi”, namun juga beberapa bentuk lainnya, seperti:

  • Mengatakan kata-kata seksis yang eksplisit, misalnya payudara atau bokong kamu besar.
  • Lirikan, yakni ketika laki-laki melirik wanita dengan tatapan penuh nafsu.
  • Bersiul, yakni ketika laki-laki mengeluarkan siulan dari mulutnya dan biasanya ditujukan untuk melecehkan bentuk tubuh wanita yang dianggapnya seksi.
  • Memperlihatkan gestur vulgar, misalnya menggigit bibir bawah tanda laki-laki tersebut sedang birahi
  • Mengeluarkan suara ciuman tepat di depan wajah korbannya.
  • Menguntit atau menghalang-halangi sampai di tujuan.
  • Memegang bagian tubuh manapun, mulai dari pakaian hingga area terlarang, seperti paha, payudara, bokong, dan lain-lain.

Tidak sedikit wanita yang marah ketika menjadi korban catcalling. Namun, banyak juga pria pelaku catcalling yang berdalih bahwa tindakan mereka itu lucu, menggemaskan, dan bertujuan untuk memuji penampilan fisik si wanita.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved