Breaking News:

WIKI BANGKA

Mitos Barang-barang Pantang Dibawa saat Mendaki Bukit Maras, Bila Nekat Maka Ini yang Terjadi

Bagi pengunjung yang ingin mendaki ke Bukit Maras Desa Berbura, Kabupaten Bangka harus mematuhi larangan atau pantangan untuk mendaki.

bangkapos.com/Yuranda
Pendaki menuju Bukit Maras, Desa Berbura Kabupaten Bangka, Bangka Belitung, Sabtu (4/7/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bagi pengunjung yang ingin mendaki ke Bukit Maras Desa Berbura, Kabupaten Bangka harus mematuhi larangan atau pantangan untuk mendaki.

Apa saja pantangannya? Menurut Kepala unit pengurus wisata Bukit Maras Damino, pendaki dilarang membawa tiga jenis pisang.

Seperti pisang raja, pisang emas dan pisang rejang. Kemudian tidak boleh membawa minuman alkohol, telur asin, ketan atau barang sesajen lainnya.

"Kalau tidak mematuhi larangan tersebut mereka akan diikuti dan kerasukan," ujar Damino, Minggu (5/7/2020) di lokasi pintu masuk Bukit Maras Desa Berbura Kecamatan Riausilip.

Trek mendaki yang harus dilalui saat naik ke Bukit Maras. Foto diambil Sabtu (4/7/2020)
Trek mendaki yang harus dilalui saat naik ke Bukit Maras. Foto diambil Sabtu (4/7/2020) (bangkapos.com/Yuranda)

Sementara itu bagi wanita yang sedang datang bulan diperkenankan naik jika memakai gelang resam yang sudah mereka persiapkan.

"Kami stop tinggal disini kalau ada yang membawa barang larangan adat sering terjadi kerasukan, tertawa sendiri dan menangis. Dan juga kalau wanita datang bulan yang pengen naik kami sediakan gelang resam karena wanita datang bulan sangat rentan," ungkapnya.

Trek mendaki yang harus dilalui saat naik ke Bukit Maras. Foto diambil Sabtu (4/7/2020)
Trek mendaki yang harus dilalui saat naik ke Bukit Maras. Foto diambil Sabtu (4/7/2020) (bangkapos.com/Yuranda)

Selain pendaki lokal, Bukit Maras ini juga kerap dikunjungi oleh wisudawan atau pendaki internasional.

Seperti dari india, Yunani, dan Jepang, mereka ke sini dengan tujuan meneliti kupu-kupu dan melakukan penelitian lainnya.

"Ada juga pendaki dari luar negeri pernah kesini dari India, Yunani dan Jepang yang sempat meneliti kupu-kupu," katanya.

Sementara itu para pendaki dari luar Pulau Bangka juga kerap datang untuk sekedar mendaki Bukit ini, seperti dari daerah lain paling banyak dari Jawa Tengah dan Bekasi.

Halaman
123
Penulis: Yuranda
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved