Virus Corona di Bangka Belitung
Terkait Indikasi Penularan Virus Corona dari Udara, Begini Penjelasan Mikron
Belum lama ini, warganet kembali dikejutkan dengan beredarnya pemberitaan terkait penularan Virus Corona (Covid-19).
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Belum lama ini, warganet kembali dikejutkan dengan beredarnya pemberitaan terkait penularan Virus Corona (Covid-19).
Sedikitnya 239 ilmuwan menyatakan virus corona menyebar melalui udara, seperti dikutip dari kompas.com, Senin (6/7) kemarin.
Diketahui sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah beranggapan virus corona menyebar lewat droplet atau percikan pernapasan.
Namun anggapan sejumlah ilmuan tersebut mengatakan, terdapat partikel virus lebih kecil yang dapat menginfeksi manusia.
Ketua Sekretariat Puskodalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, Mikron Antariksa kepada Bangkapos.com, Kamis (9/7/2020) meyebutkan hal ini tentunya harus menjadi perhatian khusus semua pihak.
Terlebih, stigma di tengah masyarakat telah terbentuk sebelumnya, dengan memahami penularan Corona hanya dapat terjadi melalui percikan droplet.
Menurutnya, temuan itu akan segera ditindaklanjuti pihaknya, untuk segera mengetahui langkah apa saja yang akan dilakukan mengetahui temuan terbaru tersebut.
"Kita akan memikirkan segera langkah apa yang akan dilakukan. Karena, pengalaman kami menangani sejumlah kasus. Memang ada indikasi ke situ," jelasnya.
Diceritakan Mikron, dari sejumlah kasus yang ditangani pihaknya, seperti penanganan Covid-19 di klaster kapal keruk, menunjukan gambaran gejala terkait.
Ditekankan Mikron, indikasi penularan melalui udara ini, dapat terlihat di beberapa penanganan yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel di wilayah Bangka Belitung.
"Terutama itu seperti di asrama, kemudian di mess dan terakhir di kapal (keruk). Kejadian itu memang penularan (Covid-19), selain dari droplet, juga dari udara," terangnya.
"Kalau melihatnya, ada indikasi lewat udara. Itu kan terjadi di satu ruangan," kata Mikron.
Penanganan Darurat Covid-19 Diperpanjang
Kasus penyebaran Covid-19 di Provinsi Babel, hingga saat ini, masih naik turun, sehingga belum bisa dikatakan bebas dari penyebaran Covid-19.
Pemerintah Provinsi Babel juga terus berjuang untuk melakukan penanggulangan yang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Selain itu penanganan darurat Covid diperpanjang hingga 28 Juli mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/mikron-antariksa-lagi-neee.jpg)