Rabu, 22 April 2026

Berita Pangkalpinang

AWAS, Dua Buaya Muncul di Bekas Tambang Timah Ini, Warga Diminta Waspada

Kemunculan dua buaya ini cukup berbahaya. Diharapkan masyarakat tidak turun ke air kolong, dimana dua buaya yang diisukan sering muncul

Penulis: Yuranda | Editor: Hendra
kolase bangkapos.com/capture video beredar di WA
Ilustrasi penampakan buaya 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dua buaya muncul di area bekas tambang timah di Kelurahan Bacang, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Senin (13/7/2020).

Kepala Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Mikron Antariksa mengimbau kepada masyarakat tetap waspada.

Mikron juga menekankan kepada masyarakat agar tidak berlagak sombong untuk menangani buaya itu dengan sendiri.

Ia menyarankan kepada masyarakat apabila melihat buaya itu muncul lagi, agar melaporkan kepada petugas, atau pihak Alobi.

"Diharapkan kepada masyarakat agar waspada dan jangan berlaga sombong untuk tangani sendiri, harap dilaporkan kepada petugas," ujar Mikron, Kepada Bangkapos.com saat di konfirmasi via WhatsApp Senin (13/7/2020).

Katanya, dimusim penghujan ini sangat sering buaya itu muncul.

Pihaknya akan koordinasikan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Alobi untuk segera menangani dua buaya yang sering muncul di area bekas tambang timah itu.

"Iya kami akan berkoordinasi dengan BKSDA dan Alobi terkait hal ini," ucap Mikron.

Kemunculan dua buaya ini cukup berbahaya. Diharapkan masyarakat tidak turun ke air kolong, dimana dua buaya yang diisukan sering muncul, karena hewan itu sangat berbahaya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Bukitintan, Kelurahan Bacang Briptu Guntur Setiawan membenarkan ada buaya yang muncul di kolong bekas tambang timah di kelurahan Bacang, Bukitintan, Kota Pangkalpinang.

"Menurut warga ada dua buaya yang muncul di Kolong bekas tambang timah itu. Buaya itu sering muncul di pagi hari untuk berjemur, " kata Guntur saat dihubungi Bangkapos.com via telepon.

Kata dia, Kolong bekas tambang itu, jauh dari pemukiman warga. Namun yang di khawatirkan aktivitas anak anak, yang sering mandi di air kolong.

"Jauh dari rumah warga, yang ditakuti siapa tau anak anak sering main kesini, itu yang di takuti warga di kelurahan Bacang ini," ucapnya

Ia tidak tahu pasti berapa ukuran buaya tersebut, namun menurutnya lumanyan besar.

Buaya itu hanya sebentar muncul sebentar lalu tenggelam lagi, sehingga susah untuk memperkirakan ukurannya.

"Kolong itu, tidak digunakan oleh warga, untuk mandi, atau aktivitas mencuci lainnya," ucapnya.

Ia juga meminta, kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Alobi, segera menangkap dua buaya itu sehingga masyarakat tidak ketakutan untuk beraktivitas, baik di kolong itu atau di tempat lainnya.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved