Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ditangkap Hendak Jual Sabu, Putra Sasar Pembeli Pekerja Tambang

Di mobil kami menemukan barang bukti di bawah jok dan terdakwa mengaku sendiri dan menunjukkan sabu tersebut, ada dua paket sabu sama ekstasi itu.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Suasana sidang dengan terdakwa Putra di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Kamis (6/8/2020). 

BANGKAPOS.COM - Terdakwa Putra kembali menjalankan sidang tindak pidana penyalagunaan narkoba di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Kamis (6/8/2020).

Saat diamankan, dari tangan Putra ditemukan sejumlah barang bukti berupa sabu seberat 5,1 gram dan ekstasi seberat 1,5 gram yang disimpannya di bawah kursi mobil saat akan mengantarkan barang bukti tersebut ke Belinyu.

Hal ini terungkap saat Personel Polda Babel, Yogi Baskara hadir untuk mengungkapkan keterangannya mengenai penangkapan terhadap terdakwa Putra.

"Informasinya terdakwa ini dari Pangkalpinang mau membawa sabu itu ke Belinyu mau dijual disana, lalu kami menunggu di Aspol Jalan Selan karena kami sudah tahu nomor polisi mobil yang digunakan terdakwa. Lalu anggota menggunakan motor sudah membuntuti dari Gabek dan akhirnya di jalan Sudirman itu kami lakukan penangkapan," ujar Yogi.

Diakuinya, saat dilakukan penggeledahan, terdakwa bertindak kooperatif saat diinterogasi pihak kepolisian.

"Di mobil kami menemukan barang bukti di bawah jok dan terdakwa mengaku sendiri dan menunjukkan sabu tersebut, ada dua paket sabu sama ekstasi itu. Kalau harganya itu uang mukanya ada Rp 3 juta, kalau barang dia dapat dari Debi," tambahnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun telah menghadirkan saksi Debi yang juga berstatus sebagai terdakwa dalam perkara lain.

"Putra beli barang ke saya kalau sabunya ada dua paket, dia beli DP-nya Rp 3,2 juta, sisanya dia belum bayar Rp 3 juta kalau sisanya dibayar kalau barangnya sudah laku," kata Debi.

Putra pun membenarkan menjual barang tersebut ke sesama pekerja tambang inkonvensional (TI).

"Kalau sasaran ya pekerja-pekerja TI, terus juga pekerja malam. Kalau harga sama beratnya ya tergantung mereka di sana belinya berapa, kalau keuntungan saya gak begitu ngerti, yang penting dapat uang buat lunasin barang, terus saya juga dapat makai karena saya juga pekerja TI," ungkap Putra.

Usai mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa, Hakim menutup sidang dan akan dilanjutkan pada Senin (10/8/2020) dengan agenda tuntutan. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved