Minggu, 10 Mei 2026

6 Larangan Saat Berada di Aliran Sungai Supaya Terhindar dari Buaya, Begini Kata Pawang

Ternyata banyak pantangan di Sungai Kayubesi Kecamatan Puding Besar Bangka. Banyak larangan yang harus diindahkan saat berada di aliran sungai ini

Tayang:
Editor: Evan Saputra
bangkapos.com / Fery Laskari
Buaya Sungai Kayubesi yang mati diangkut menggunakan alat berat untuk dimakamkan, Rabu (5/8/2020) 

6 Larangan Saat Berada di Aliran Sungai Supaya Terhindar dari Buaya, Begini Kata Pawang

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ternyata banyak pantangan di Sungai Kayubesi Kecamatan Puding Besar Bangka.

Banyak larangan yang harus diindahkan saat berada di aliran sungai ini.

Jika melanggar, maka buaya sungai itu akan mengamuk, memangsa siapa saja yang ditemuinya.

Remaja Tewas Setelah Alat Vitalnya Diremas Janda Cantik, Begini Kronologinya

Demikian disampaikan Mang Ademi (62), pawang buaya Desa Kayubesi ketika ditemui Bangka Pos, Selasa (4/8/2020) di desa setempat pasca penangkapan buaya ompong nan ganas seberat setengah ton berusia 112 tahun, pemangsa manusia.

"Pantangannya kalau mandi di sungai dak boleh mandi (hanya) pakai sempak (celana dalam), tapi harus pakai celana (celana pendek)," kata Mang Ademi menyebut pantangan pertama agar terhindar pada terkaman buaya.

Pantangan kedua, siapa saja yang berada di aliran Sungai Kayubesi, tidak boleh sesumbar atau sombong seolah paling hebat.

Sebab kesombongan akan membuat penghuni sungai marah.

"Dak boleh berlagak jadi dukun, tidak boleh sombong takabur (di sungai), itu pantangan," katanya.

Pantangan ketiga, siapapun tidak boleh menebar pancing (rawai atau tajur) yang dibiarkan berlama-lama di tepi sungai.

Sebab mata pancing yang tajam menjadi ancaman bagi buaya.

"Rawai atau pancing tidak boleh ditinggal di pinggir sungai. Boleh mancing tapi jangan pasang pancing (tajur) dibiarkan di pinggir sungai. Masalahnya jorang (buaya) takut matanya kena mata pancing. Sehingga buaya mengganggu, itu menurut kepercayaan," imbaunya.

Tampak Pawang Buaya, Mang Ademi (60) duduk di punggung buaya untuk mengikat tali agar buaya tidak mengamuk saat ditonton warga, Selasa (4/8/2020)
Tampak Pawang Buaya, Mang Ademi (60) duduk di punggung buaya untuk mengikat tali agar buaya tidak mengamuk saat ditonton warga, Selasa (4/8/2020) (bangkapos.com/Fery Laskari)

Pantang keempat, para pemancing ikan atau udang, sebaiknya tidak menggunakan umpan yang aneh-aneh.

Sebab keberadaan umpan pancing yang tidak lazim, membuat buaya mengeluarkan energi negatif.

"Tidak boleh mancing pakai umpan ikan air laut," katanya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved