Berita Pangkalpinang
Begini Hukum Bersedekah Atas Nama Orang yang sudah Meninggal, Kata Ustaz Yuda
Bersedekah menjadi satu amalan yang baik dan disukai Allah SWT.Namun bagaimana hukum dan pahala bila bersedekah atas nama orang yang sudah meninggal?
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM,BANGKA--Bersedekah menjadi satu amalan yang baik dan disukai Allah SWT.
Namun bagaimana hukum dan pahala bila bersedekah atas nama orang yang sudah meninggal?
Penceramah, Ustaz Yuda Abdurahman menjelaskan terkait hal tersebut.
"Menghadiahkan pahala sedekah untuk mayit termasuk praktik yang dibolehkan dan pahalanya bisa sampai kepada mayit," kata Ustaz Yuda, Sabtu (15/8/2020).
Dijelaskan oleh Ustaz Yuda bahwa di antara dalil tegas dalam masalah ini adalah hadis dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa ada seorang lelaki yang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسَهَا وَلَمْ تُوصِ، وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، أَفَلَهَا أَجْرٌ، إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: «نَعَمْ تَصَدَّقْ عَنْهَا»
“Ibuku mati mendadak, sementara beliau belum berwasiat. Saya yakin, andaikan beliau sempat berbicara, beliau akan bersedekah. Apakah beliau akan mendapat aliran pahala, jika saya bersedekah atas nama beliau?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya. Bersedekahlah atas nama ibumu.” (HR. Bukhari 1388 dan Muslim 1004)
Dalam hadis yang lain, dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa ibunya Sa’d bin Ubadah meninggal dunia, ketika Sa’d tidak ada di rumah. Sa’d berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا، أَيَنْفَعُهَا شَيْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا؟ قَالَ: «نَعَمْ»
“Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia mendapat aliran pahala jika aku bersedekah harta atas nama beliau?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.” (HR. Bukhari 2756)
"Hadis-hadis di atas menjadi dalil bahwa pahala sedekah atas nama mayit bisa sampai kepada mayit. Bahkan kata Imam Nawawi bahwa pahala sedekah ini bisa sampai kepada mayit dengan sepakat ulama. (Syarh Shahih Muslim, 7:90)," tutur Ustaz Yuda.
"Terlebih untuk pembangunan masjid, karena mesjid merupakan tempat yang paling dicintai Allah subhanahu wa Ta'ala di atas permukaan bumi, maka barang siapa yang membangun masjid di dunia, kelak tentu akan Allah bangunkan untuknya rumah di surga," lanjutnya.
Hal ini senada dengan hadits yang disampaikan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berikut:
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ustaz-yuda-abdurahman-neeeee.jpg)