Jumat, 24 April 2026

Pendaki Bukit Maras Hilang

Akhirnya Ditemukan, Pendaki Bukit Maras Tersesat di Air Terjun dan Berusaha Cari Perkampungan

Pendaki Bukit Maras yang hilang, Hermansyah Putra akhirnya ditemukan hari ini Senin (7/9/2020)

Ist/ Basarnas Babel
M Hermansyah Putra korban yang hilang di Gunung Maras ditemukan Tim SAR Gabungan saat mendaki Gunung Maras, Riausilip, Bangka, Senin (7/9/2020) 

Biasanya kekuatan fisik yang menjadi faktor utamanya, karena jalan yang dilalui saat mendaki hampir semuanya tanjakan dengan bebatuan dan beberapa pohon tumbang.

"Anak saya ada tiga satu kelas dua SMA, itu mereka paling cepat ketika mendaki sekitar satu jam sampai puncak, kalau saya satu jam setengah mungkin karena umur juga kalau saya," katanya.

Namun para pendaki harus menjaga sikapnya saat mendaki, karena ada larangan adat dan umum saat datang ketempat ini.

Larangan umum seperti tidak membuang sampah sembarangan, merusak hingga menebang pohon, minum minuman keras dan membawa senjata tajam.

Sedangkan larangan adat di antaranya bersiul, tidak membawa makanan tertentu seperti telur hewan, pisang, bersiul, bermain gitar sambil menggendong panci dan bagi perempuan sebaiknya tidak mendaki saat haid.

"Pantangan ini wajib dipatuhi karena ada dendanya, kalau pantangan umum itu seperti membuang sampah sembarangan. Kalau sampah sebaiknya dibawa lagi saat turun, sedangkan pantangan adat ini biasanya lebih ke pribadi, seperti kerasukan, kehilangan atau menambah teman, nyasar dan sebagainya," terang Damino.

Menurut Damino, ketika musim kemarau pengunjung yang mendaki ke Bukit Maras cenderung sepi. Hal itu dikarenakan sulitnya mendapatkan air sedangkan sumber air yang ada biasanya mengering.

"Kalau hari-hari normal atau musim penghujanlah biasanya penuh pendakian, puluhan hingga ratusan orang apalagi saat liburan, tapi berbeda dengan musim kemarau yang agak sepi," ungkapnya.

Tempat ini akan sangat menarik jika dikunjungi musim penghujan, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang hijau sekaligus air terjun dengan bebatuan khas berlokasi di pos satu.

Pengunjung yang mendaki ke bukit ini tidak dipungut biaya asalkan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan, jika berkenan mereka bisa memberikan seikhlasnya.

Mitos Barang Pantangan

Bagi pengunjung yang ingin mendaki ke Bukit Maras Desa Berbura, Kabupaten Bangka harus mematuhi larangan atau pantangan untuk mendaki.

Apa saja pantangannya? Menurut Kepala unit pengurus wisata Bukit Maras Damino, pendaki dilarang membawa tiga jenis pisang.

Seperti pisang raja, pisang emas dan pisang rejang. Kemudian tidak boleh membawa minuman alkohol, telur asin, ketan atau barang sesajen lainnya.

"Kalau tidak mematuhi larangan tersebut mereka akan diikuti dan kerasukan," ujar Damino, Minggu (5/7/2020) di lokasi pintu masuk Bukit Maras Desa Berbura Kecamatan Riausilip.

Sumber: bangkapos
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved