Perlu Diketahui Begini Asal Mula Tradisi Makan Kue Saat Ulang Tahun
Bangsa Mesir Kuno mempercayai bahwa saat para raja Mesir dinobatkan, mereka menjadi dewa, sehingga upacara itu dianggap penting.
BANGKAPOS.COM - Perayaan ulang tahun identik dengan meniup lilin di atas kue ulang tahun.
Kue ulang tahun pun banyak sekali macamnya.
Di berbagai belahan dunia, kue ulang tahun yang khas juga berbeda-beda.
Tetapi mengapa warga dunia makan kue tart saat sedang berulang tahun?
Perayaan Ulang Tahun pada Masa Peradaban Kuno
Bangsa Mesir Kuno dikenal sebagai “pencipta” perayaan ulang tahun.
Bangsa Mesir Kuno mempercayai bahwa saat para raja Mesir dinobatkan, mereka menjadi dewa, sehingga upacara itu dianggap penting.
Upacara penobatan raja Mesir Kuno dianggap sebagai hari “kelahiran” mereka sebagai dewa.
Kemudian, bangsa Yunani Kuno juga melakukan hal yang sama.
Namun, bangsa Yunani Kuno menambahkan satu hal, yaitu menyajikan hidangan penutup supaya perayaan semakin bermakna.
Konon, bangsa Yunani Kuno memanggang kue yang berbentuk bulan untuk dipersembahkan pada Artemis.
Selain menjadi dewi berburu, alam liar, dan hewan liar, Artemis juga merupakan dewi bulan.
Kue yang berbentuk bulan itu juga diberi lilin yang menyala supaya bercahaya seperti bulan.
Perayaan Ulang Tahun pada Abad Pertengahan
Perayaan ulang tahun modern masa kini memiliki akar pada perayaan di Jerman pada abad pertengahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-kue-ulang-tahun.jpg)