Kisah Inspiratif Iskandar Sidi, Ketua DPRD Bangka yang Tetap Bertani dan Dekat Rakyat
Kemudian Sidi begitu biasa disapa mengaku pernah menjadi petani, nelayan, dan menambang timah.
Penulis: Alza Munzi | Editor: Alza Munzi
BANGKAPOS.COM, BANGKA - "Saya ini wakil rakyat bukan pejabat. Saya ini merasa sebagai anggota DPRD saat rapat paripurna saja. Selebihnya, saya ini rakyat biasa saja," kata Ketua DPRD Bangka Iskandar Sidi di ruang kerjanya, Senin (28/9/2020).
Dia menyebutkan, lahir dari keluarga biasa-biasa saja dan sederhana.
Kemudian Sidi begitu biasa disapa mengaku pernah menjadi petani, nelayan, dan menambang timah.
"Saya ini senang bersama rakyat. Bertani semangka dan jagung, yang besar dijual kalau yang kecil dibagi-bagi kepada warga, tetangga sekitar," ujarnya.
Ucapan Sidi itu mengawali pertemuan dengan tim dari Bangka Pos, dalam agenda silaturahmi bersama Ketua DPRD Bangka.
Di depan Editor in Chief Bangka Pos Ibnu Taufik, General Bussiness Vivi, News Manager Alza Munzi, Manajer Iklan Respi Leba, penanggung jawab iklan online Riansyah, marketing iklan Rahmananda, dan Asisten Manager Sonora Group Adi Febrianto, dia membeberkan filsafah hidupnya.
"Jangan duluan ayam yang bangun dari kita. Artinya jangan jadi pemalas. Lima orang anak saya, harus lulus sarjana. Kalau tidak jadi sarjana, lebih baik bawa cangkul ke kebun saja seperti saya dulu," ungkap Sidi.
Sidi mengungkapkan cibiran orang-orang tentang dirinya yang tidak mungkin menjabat sebagai Ketua DPRD Bangka.
Dia menyadari memang dirinya hanya warga biasa dan sehari-harinya bertani serta masih mencangkul di kebun.
"Saya tiga periode jadi anggota dewan, tidak ada bagi-bagi uang, no money politic. Konon saya diragukan jadi ketua dewan, masih ada orang yang mengolok-olok saya. Tapi ingat, di belakang saya, ada 48 anak yatim yang saya rawat," ujarnya.
Berbekal cara komunikasi Sidi yang merakyat inikah, pria asal Airanyer Kecamatan Merawang itu mengaku disukai masyarakat.
Dia memastikan dirinya hanya orang biasa, yang lebih senang dipanggil dengan sebutan mang, bung, atau abang dibandingkan pak.
"Saya tidak menyangka bakal jadi ketua dewan, hanya saya pernah ketemu Pak Eko waktu jadi Bupati Bangka. Saya bilang pak, saya tidak mau uang bapak, tapi saya minta berkahnya saja, debunya saja jadilah. Alhamdulillah, saya sekarang tinggal di rumah dinas Pak Eko," kata Sidi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ketua-dprd-bangka-iskandar-sidi-hgfghfg.jpg)