Waspada Puting Beliung dan Banjir Bandang, Potensi Cuaca Ekstrem Pada September-Oktober di Indonesia
Beberapa wilayah Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem selama peralihan musim atau (pancaroba) pada tahun ini.
BANGKAPOS.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, beberapa wilayah Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem selama peralihan musim atau (pancaroba) pada tahun ini.
Menurut Doni, kondisi ini tersebut telah disampaikan oleh Badan Meteorologi, klimatologi, dan Geofisika (BMKG) beberapa waktu lalu.
"Terkait dengan cuaca ekstrem ini, masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi," ujar Doni sebagaimana dikutip dari siaran pers BNPB, Senin (28/9/2020).
"Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang atau puting beliung," kata dia.
• Sosok Pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin, Segini Total Kekayaan Mereka
• Meggy Wulandari Dinikahi Pengusaha Makasar, Kini Pamer Wajah Suami Baru, Lebih Ganteng dari Kiwil?
• Hasil Balapan MotoGP Catalunya 2020: Fabio Quartararo Jadi Pemenang, Rossi Gagal Finish
Doni menyebut, bencana hidrometerologi tersebut diperkirakan masih dominan terjadi.
Bencana tersebut memiliki dampak yang luar biasa, baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian material.
"Pada September-Oktober, kondisi hujan tidak merata dapat terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat," ucap Doni.
Dia pun meminta Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops)-nya untuk memonitor dan melakukan koordinasi dengan pusdalops di daerah, baik provinsi dan kabupaten serta kota.
• Prakiraan Cuaca BMKG Senin 28 September 2020 di 33 Kota, Termasuk Pangkalpinang
• Anthony Xie Ingin Segera Punya Anak, Audi Marissa Sibuk Cari Dokter Kandungan Terbaik
Sementara itu, berdasarkan peringatan dini cuaca, BMKG memprakirakan cuaca pada 28 September 2020 dengan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di beberapa wilayah.
Wilayah tersebut yakni Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.
Wilayah yang berpotensi hujan dan dapat diikuti kilat atau petir serta angin kencang yaitu Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung dan Jawa Barat.
• Jabatan Kapolsek Dicopot Gara-gara Tak Bubarkan Konser Dangdut Wakil Ketua DPRD Tegal
• Zodiak Mingguan Asmara, Karir dan Keuangan 27 September- 3 Oktober 2020: Leo dan Aquarius Lembur
• Salmafina Sunan Tantang Haters Hujat Dirinya Sampai Sakit Hati, Sebut Bakal Transfer Rp10 Juta
Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut dan berlokasi dekat dengan sungai-sungai baik di bagian hulu hingga hilir serta wilayah berpotensi banjir untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Selain itu, pemukiman yang berdekatan dengan tebing atau di wilayah perbukitan untuk memantau kondisi lingkungan sekitar.
Langkah pencegahan dini dibutuhkan untuk mengantipasi dampak longsor yang dapat dipicu oleh curah hujan tinggi mapun struktur tanah yang labil.
Doni mengatakan, di tengah potensi bahaya hidrometeorologi ini, masyarakat juga diharapkan untuk memperhatikan protokol kesehatan apabila harus melakukan evakuasi.
"Hal itu dilakukan karena pandemi Covid-19 masih terjadi berbagai wilayah," ucap Doni. (*)
https://wow.tribunnews.com/2020/09/28/indonesia-berpotensi-alami-cuaca-ekstrem-warga-diminta-waspada-banjir-bandang-hingga-puting-beliung?page=all
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/15012020_ilustrasi-angin-kencang-dan-puting-beliung.jpg)