Berita Pangkalpinang
Diskepora Babel Panggil Delapan Pengprov Cabor, Tanya Kesiapan Gelar Popda Babel di Toboali
Kepala Diskepora Babel, Suharto mengatakan, delapan Pengprov Cabor yang dipanggil itu merupakan cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Popda.
Penulis: Rizki Irianda Pahlevy |
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Provinsi Kepulauan Babel, akan memanggil delapan pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga.
Delapan Pengprov ini akan bersama-sama membahas persiapan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Babel yang akan digelar di Toboali, Bangka Selatan, pada 19-25 Oktober 2020 mendatang.
Kepala Diskepora Babel, Suharto mengatakan, delapan Pengprov Cabor yang dipanggil itu merupakan cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Popda.
Mereka akan diminta menjelaskan sejauhmana persiapan yang telah dilakukan untuk menghadapi Popda pada bulan depan nanti.
“Kami akan bertanya kepada semua Pengprov Cabor untuk persiapan Popda nanti,” kata Suharto, dalam rilis yang diterima bangkapos.com, Rabu (30/9/2020).
Pemanggilan Pengprov Cabor rencananya akan dilaksanakan pada Jumat (2/10/2020), bertempat di GOR Sahabudin Pangkalpinang.
Selain terkait persiapan, Diskepora juga akan memanggil seluruh pelatih atlet yang akan berlaga.
“Selain terkait persiapan, para pelatih atlet akan kita beri semangat dan selalu untuk bertanggung jawab. Saya tidak ingin Popda ini, tak sesuai harapan kita bersama,” kata Suharto.
Menurut Suharto, Popda ini, merupakan seleksi atlet untuk menuju Popnas Tahun 2021, dan Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Popda ini, bertujuan menyaring atlet untuk dapat lolos ke POPNAS dan PON,” imbuhnya.
Suharto menambahkan, anggaran pelaksanaan Popda di Bangka Selatan dibebankan dari APBD Provinsi Babel dan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.
Berkenaan dengan hal tersebut, diharapkan Suharto, para atlet dapat bertanding dengan serius.
“Untuk para atlet, jangan sampai bertanding biasa-biasa saja. Saya ingin yang luar biasa, kita mau Babel maju dalam bidang olahraga,” harap Suharto.
Popda, kata Suharto, bukan untuk ajang latihan, tapi ajang ekspresi diri pelajar untuk meraih prestasi olahraga di tingkat Babel sampai nasional.
“Paradigma sekarang kan menganggap Popda ini ajang latihan saja. Kami ingin merubah paradigma itu,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/suhartoooooo.jpg)