Senin, 20 April 2026

Azab Selingkuh yang Bakal Dirasakan,Waspada 8 Faktor Main Serong, di Antaranya Perjalanan Dinas

Islam jelas dengan tegas melarang perselingkuhan. Apalagi perselingkuhan sangat mendekati zina

Editor: Dedy Qurniawan
Tangkapan Layar Surya.co.id
Ilustrasi Selingkuh 

Hal ini sangat beresiko terhadap penularan penyakit seksual karena seringnya bergonta-ganti pasangan, tanpa adanya ikatan sah di dalamnya.

Banyak penyakit yang bisa ditularkan dari hubungan perselingkuhan ini seperti klamidia, sifilis, herpes bahkan HIV/AIDS.

Tidak Dipercaya 

Selingkuh adalah penghianatan besar yang tak hanya menyakiti hati orang yang kita sayangi, akan tetapi juga menyebabkan trauma tersendiri baik bagi pasangannya maupun bagi keluarga, atau kerabat lain yang juga turut merasa tersakiti.

Bahkan perselingkuhan juga dapat menghilangkan rasa percaya mereka yang justru akan lebih sering merasa curiga terhadap segala aktifitas yang dilakukan. 

Menderita Berbagai Penyakit Serius

Perasaan dibenci, perasaan bersalah, dijauhi  dan kehilangan orang-orang yang dicintai tentunya akan mengakibatkan stress dan depresi .

Kemudian akan mengundang banyak penyakit dalam tubuh mulai dari sakit kepala, hingga penyakit penyakit serius lainnya seperti jantung dan kanker.

Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang spesialis jantung di Florida Dr Chauncey Crandall dan telah dipublikasikan dalam Newsmaxhealth, bahwa ‘Masalah kesehatan yang terjadi akibat perselingkuhan tidak hanya sekedar penyakit menular seksual, tetapi juga masalah medis yang lebih serius, yaitu risiko serangan jantung dan kanker’.

Menghancurkan Karir

Karir yang dibangun dengan susah payah tentunya tidak hanya berbuah dari hasil kerja keras saja akan tetapi juga imej atau nama baik di masyarakat khususnya di antara rekan kerja dan klien.

Dengan adanya masalah perselingkuhan yang dibenci oleh hampir semua orang dan memang menyalahi tata nilai dan norma yang berlaku di masyarakat tentu akan berpengaruh terhadap kesuksesan karir dijalani.

Bahkan bisa sampai menghancurkan karir yang telah dibangun dengan susah payah hanya karena persoalan selingkuh yang dilakukan.

Memperpendek Usia

Dengan berbagai dampak yang telah dibahas di atas tentunya sangat berpengaruh bersar terhadap rentan waktu kehidupan seseorang yang melakukan perselingkuhan.

Stres dan depresi hingga penyakit-penyakit yang timbul akan memperpendek usia dan membuat sisa hidup menjadi penuh penderitaan dan rasa bersalah. 

Disiksa di Neraka

Selain mendapat azab di dunia, di akhirat pun seorang yang berselingkuh akan mendapatkan azab yang tidak kalah pedih. 

Demikianlah penjelasan mengenai azab selingkuh dalam Islam. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambahkan keimanan kita semua. amin(*)

Artikel ini telah tayang di posbelitung.co dengan judul Azab Selingkuh Dalam Islam Sangat Mengerikan, Ini Dia Diantaranya

Fakto orang berselingkuh

Kira-kira apa penyebab seseorang sampai selingkuh.

Ya, satu di antaranya karena ada kesempatan.

Perjalanan dinas satu di antara kesempatan itu.

Siapa yang harus disalahkan?

Penyabab selingkuh ini bukan sembarang teori.

Sebab para peneliti dan psikolog telah meneliti faktor atau penyebab pendorong orang selingkuh.

Melansir dari Bright Side, berikut sudut pandang psikolog dan hasil percobaan ilmiah yang berbicara tentang keadaan yang meningkatkan risiko perselingkuhan.

Para peneliti menunjukkan bahwa umumnya itu adalah serangkaian faktor yang menjadi alasan untuk berselingkuh.

Jadi bukan hanya salah satunya.

Selain itu, beberapa pasangan tidak putus setelahnya dan mencoba menyelamatkan pernikahan mereka.

1. Tidak adanya keintiman emosional

Ketidakmampuan untuk melakukan percakapan dari hati ke hati dengan pasangan dan kurangnya dukungan akan mendorong perempuan dan laki-laki untuk selingkuh.

Ada stereotip bahwa motif utama pria adalah seks.

Namun dalam buku The Truth about Cheating, penasihat pernikahan Gary Neuman mengatakan bahwa 47% klien prianya yang berselingkuh berbicara tentang tidak adanya keintiman emosional.

Situasi semakin sulit karena pria tidak ingin menunjukkan perasaan (jaim) dan wanita tidak paham kekasihnya membutuhkan dukungan.

Wanita mungkin memperhatikannya nanti atau bahkan mengabaikannya.

2. Pengaruh pengalaman dan masyarakat

Jika seseorang telah memiliki pengalaman dengan perselingkuhan sebelumnya, ada kemungkinan besar bahwa mereka akan bertindak sama dengan pasangan baru.

Orang-orang di sekitar juga memengaruhi kecenderungan seseorang terhadap perselingkuhan.

Dalam satu jajak pendapat anonim, lebih dari 75% pria yang melakukan perzinaan menunjukkan bahwa teman-teman mereka juga menyelingkuhi istri mereka.

3. Hubungan intim yang membosankan

Kurangnya emosi baru yang cerah dalam kehidupan seks seseorang adalah alasan mengapa 70% pria dan 49% wanita memutuskan untuk selingkuh.

Perlu dicatat bahwa orang-orang yang menjawab hal itu juga mengatakan hubungan mereka bahagia secara umum.

Tanpa skandal besar dan masalah mengecewakan lainnya.

4. Kerentanan karena quarter-life krisis

Setiap orang memiliki momen dalam hidup ketika kita mulai merangkum hasil keseluruhan dari tahun-tahun terakhir.

Beberapa orang menyimpulkan bahwa semuanya baik-baik saja dan yang lain mulai mengalami apa yang disebut krisis seperempat kehidupan.

Mungkin menjadi rentan terhadap godaan.

Penelitian menunjukkan bahwa itu biasanya terjadi pada usia 29, 39, atau 49 tepat sebelum dekade baru.

Tentu saja itu tidak berarti bahwa pria keluarga yang baik dan suami yang pengasih tiba-tiba berselingkuh begitu dia berusia 39 tahun.

Usia seseorang hanyalah faktor pendamping yang dapat memperburuk keadaan yang membuat orang selingkuh.

5. Minat berlebihan pada jejaring sosial

Pada pasangan yang salah satunya mencurahkan terlalu banyak waktu untuk Twitter atau jejaring sosial lainnya, risiko perselingkuhan meningkat.

Karena pecandu jejaring sosial dapat dengan mudah bangun lebih awal atau tidur kemudian meninggalkan kekasih mereka sendirian hanya untuk kepoin medsos.

Hubungan virtual dapat menyebabkan pertengkaran dan komunikasi virtual dapat menjadi nyata.

Kedua faktor tersebut menciptakan lingkungan yang baik untuk perzinaan.

6. Perjalanan dinas kerja dan bisnis

Menurut salah satu jajak pendapat tentang topik ini, lebih dari 1/3 pria yang berselingkuh adalah pengusaha serius yang terbiasa selingkuh dengan wanita tercinta mereka selama perjalanan bisnis.

Dan 13% wanita berselingkuh di tempat kerja.

Kemungkinan kecurangan di tempat kerja meningkat selama tahun 6-9 pernikahan.

Karena tahun-tahun ini adalah yang paling rapuh dan umumnya menuntut banyak upaya.

7. Kurangnya oksitosin

Oksitosin, juga disebut hormon pelukan meningkat ketika kita berpelukan dan berciuman.

Hormon ini memainkan peran penting dalam menciptakan dan menjaga kepercayaan dalam suatu hubungan.

Para ilmuwan berpikir bahwa kekurangan hormon ini dapat menjadi pemicu dalam hal kecurangan.

Dalam satu percobaan, beberapa pria menikah disuntik dengan oksitosin.

Mereka lalu berkenalan dengan seorang wanita yang menarik, dan mengatakan bahwa mereka bisa sedekat mungkin dengannya.

8. Saya tidak bisa memilih cara lain

Ada orang yang tidak bisa membayangkan hidup mereka tanpa desakan adrenalin yang menyertai saat selingkuh.

Terlepas dari usia, pengalaman, dan kriteria lainnya, orang-orang ini selingkuh dan membenarkan diri mereka dengan mengatakan bahwa mereka tidak dapat berperilaku dengan cara lain.

Alasan sebenarnya untuk perilaku ini bervariasi dan mereka dapat tersembunyi jauh di dalam hati.

Yang benar adalah, sangat sulit, dan hampir mustahil, bagi sebagian orang untuk menjadi monogami.

(Tribunstyle.com/Manila)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribuncirebon.com dengan link  https://cirebon.tribunnews.com/2020/02/27/8-faktor-pendorong-seseorang-selingkuh-media-sosial-perjalanan-dinas-bisa-menjadi-penyebabnya

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved