Breaking News:

Berita Pangkalpinang

PWNU Sesalkan Kadisdik Soal Edaran Baca Buku Muhammad Al Fatih

Ketua PWNU Babel menyebutkan sekalipun penulis bukan Felix Siaw bila isinya tentang khilafah tetap akan dikritisi pihaknya.

Istimewa/KH Jaafar Siddiq
Ketua PWNU Bangka Belitung, KH Jaafar Siddiq (paling depan). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua PW Nahdlatul Ulama PWNU Bangka Belitung, KH Jaafar Siddiq mengkritisi dan menyesalkan tindakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung atas surat edaran yang mewajibkan peserta didik SMA/SMK sederajat untuk membaca dan membuat rangkuman buku Muhammad Al Fatih 1453 Penulis Felix Siaw.

"Yang kita kritisi adalah kenapa harus karangan Felix Siaw, karena di dalam Muhammad Al Fatih ada pengiringan terkait tentang khilafah. Hal itu disampaikan sendiri oleh Felix Siaw pada halaman 314," ujar KH Jaafar saat dikonfirmasi bangkapos.com, Jumat (2/10/2020).

Lebih lanjut, ia menyebutkan sekalipun penulis bukan Felix Siaw bila isinya tentang khilafah tetap akan dikritisi pihaknya.

Diakuinya, memang Muhammad Al Fatih adalah seorang pejuang, tapi kalau orientasinya khilafah tentu ini salah.

"Memang dibatali, tapi yang saya sesalkan dari kepala dinas adalah ketika saya telpon tadi pagi. Apakah beliau sudah membaca? Ia menjawab belum membaca, itu yang saya sesalkan. Kalau belum dibaca kenapa peserta didik diwajibkan?. Dia punya staf, baca dulu, dikaji dulu," jelas KH Jaafar.

Bahkan pihaknya menyarankan lebih baik membaca Sirah Nabawiyah Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Keteladanan Rasullulah.

"Pembatalan itu kita terima, tetapi tidak boleh terjadi lagi dan ini menunjukkan ini keteledoran sebagai dinas pendidikan Indonesia khususnya di Bangka Belitung. Ini sangat teledor, LP Ma'arif Nahdlatul Ulama PWNU Bangka Belitung melayangkan surat protes terkait hal ini," tutur KH Jaafar.

(*)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Rusaidah
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved