Warga Bangka Diserang Buaya, Ini Beberapa Cara Menghindari Serangan Predator Tersebut
Serangan buaya di perairan laut Desa Sebagin Kecamatan Simpangrimba ini menambah panjang deretan konflik manusia dengan buaya
Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM- Serangan buaya terhadap manusia kembali terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Rifin Efendra warga Desa Sebagin, Kecamatan Simpangrimba, Kabupaten Selatan, baru-baru digigit buaya sebanyak lima kali di paha dan bokong tubuhnya saat memukat ikan di perairan laut Sebagin.
Kejadian ini terjadi ketika Rifin memukat dalam keadaan setengah berenang sehingga tubuh bagian bawah Rifin berada di dalam laut untuk memukat ikan.
Warga diserang buaya ini bahkan sempat heboh di Facebook melalui unggahan akun Yogi Maulana H Yusuf pada Kamis, (1/10/2020) sore yang menggambarkan seorang lelaki berkaos biru terbaring dan dikelilingi sejumlah warga.
Serangan buaya di perairan laut Desa Sebagin Kecamatan Simpangrimba ini menambah panjang deretan konflik manusia dengan buaya di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dikutip dari situs mongabay.co.id, berdasarkan data BKSDA Sumatera Selatan Wilayah Bangka Belitung, angka konflik buaya dengan manusia di Bangka Belitung dari 2016 hingga 24 Agustus 2020 saja mencapai 72 kasus.
Sebanyak 13 orang meninggal dunia.
Bagaimana caranya menghindari serangan buaya?
Dikutip dari wikihow.com, ini sejumlah cara yang bisa dilakukan.
Ketahui dan hindari tempat-tempat buaya itu hidup. Cara pasti untuk bertahan hidup dari serangan buaya atau alligator adalah tidak bertemu dengan hewan ini sama sekali.
Buaya tinggal di daerah-daerah tropis Afrika, Asia, Amerika dan Australia, dan tergantung pada jenisnya, buaya dapat hidup di air tawar dan juga di air asin.
Jika Anda tinggal di atau mengunjungi daerah tropis, tanyakan kepada penduduk dan petugas setempat yang berwenang mengenai keberadaan buaya, alligator, atau caiman sebelum mengunjungi lokasi-lokasi perairan di daerah tersebut.
Perhatikan peringatan yang ada di tempat-tempat yang rawan buaya dengan serius.
Jangan pernah berenang di luar area yang ditentukan, apalagi jika lokasi tersebut dikenal rawan buaya. Sebaliknya, jika tempat tersebut berpotensi menjadi tempat berenang dan tidak terdapat tanda larangan, jangan juga langsung berasumsi bahwa tempat itu aman.
Menariknya, hampir 95% serangan buaya di Australia bagian utara menelan korban di kalangan penduduk setempat. Jangan merasa Anda sudah terbiasa dan akhirnya sembarangan mempertimbangkan atau memutuskan, lalu membahayakan diri sendiri dengan tetap berada di daerah tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-buayabangkapos.jpg)