Kamis, 7 Mei 2026

Picu Kontroversi, Begini Jadinya Jika Ilmuwan China Ciptakan Pasukan Monyet dengan Genetik Manusia

pada 2019, para ilmuwan China berhasil menciptakan monyet jenis baru yang ditanami gen manusia

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
Dailystar
Ilustrasi- Monyet dengan kecerdasan, (Film The Planet of Apes). 

BANGKAPOS.COM- Monyet merupakan salah satu hewan yang dianggap paling mirip dengan manusia.

Bahkan dalam teori evolusi yang dipaparkan oleh Charles Darwin, mengatakan bahwa nenek moyang manusia sebenarnya adalah kera.

Terlepas dari kenyataan benar atau tidaknya, sebuah percobaan ilmiah yang menggunakan obyek manusia dan kera tahun lalu

Seperti dilansir dari Daily Mirror,  pada 2019, para ilmuwan China berhasil menciptakan monyet jenis baru yang ditanami gen manusia.

Bahkan, hal itu menunjukkan hewan ini menjadi lebih cerdas dan sedikit mirip dengan manusia.

Alhasil, kontroversi ini telah memicu kemarahan dunia, karena sebelumnya China juga pernah membuat bayi dengan gen yang diedit.

Ilmuwan dunia, dan ahli genetika Universitas Coloradi, Jacquelin Glover, mengecam percobaan itu dan dianggap 'memanusiakan' binatang buas.

Namun, peneliti utama Su Bing dari Institut Ilmu Hewan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Dijelaskan bahwa, percobaan ini ditinjau oleh dewan etika universitas dan telah mengikuti praktik ilmiah terbaik China dan internasional.

Serta standart hak-hak hewan Internasional.

"Dalam jangka panjang, penelitian dasar seperti itu juga akan memberikan informasi berharga untuk analisis etiologi dan pengobatan penyakit manusia, seperti autisme yang disebabkan perkembangan otak yang tidak normal," kata Su Bing pada CNN.

Analisis perilaku dan fisiologi monyet menunjukkan bahwa mereka berkembang dengan cara yang mirip manusia.

Dengan ingatan jangka pendek yang lebih baik dan waktu reaksi yang lebih cepat.

Dalam film Planet Kera, primata juga mengembangkan lebih banyak otak mirip manusia, yang memungkinkan mereka menghancurkan peradaban manusia.

Perdebatan tentang etika pengeditan gen pada hewan dan manusia mungkin berpotensi menyebabkan bahaya dan bencana, yang berkecamuk sejak lama dalam komunitas ilmiah.

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved