Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Penerimaan Pajak di Babel Terjun Bebas, Sektor Pariwisata Berpotensi Sebagai Pemasukan

Kepala KPP (DJP) Bangka, Edwin Warganingrat Mulya menyebutkan bahwa kondisi pandemi saat ini membuat sektor pajak alami penurunan yang cukup besar.

(bangkapos.com/Sela Agustika)
Kepala KPP (DJP) Bangka, Edwin Warganingrat Mulya 

BANGKAPOS.COM -- Kepala KPP (DJP) Bangka, Edwin Warganingrat Mulya menyebutkan bahwa kondisi pandemi saat ini membuat sektor pajak alami penurunan yang cukup besar.

Berdasarkan data yang telah dihimpun oleh Kantor Wilayah Perbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kontribusi penerimaan pajak pada Triwulan III-2020 hanya mencapai Rp1.471,8 miliar, sedangkan kontribusi penerimaan pajak di tahun 2019 mencapai Rp 2,084, 6 miliar.

"Pajak ini bisa bagus penerimanya ketika ekonomi berjalan dengan baik, tetapi dengan kondisi pandemi ini sektor pajak kita memang mengalami penurunan yang cukup besar," ucapnya.

Dia menyebutkan sebelumnya sektor timah yang menjadi penyumbang tertinggi dari sisi pajak, namun saat ini sektor pertambangan dan penggalian ini mengalami penurunan sebesar minus 50,72 persen. 

"Seperti yang kita ketahui timah ini sifatnya lama-lama akan habis, sehingga salah satu sektor pengganti yang berpotensi kedepannya dalam pemasukan pajak ini yaitu sektor pariwisata," ungkap Edwin.

Menurutnya, sektor pariwisata di Bangka memiliki potensi yang baik untuk mendukung dan meningkatkan pemasukan pajak di Bangka Belitung.

"Kita lihat secara miniaturnya Pulau Bangka ini sama dengan Pulau Bali dan saya sendiri kagum dengan insfrastruktur jalannya dan potensi yang ada, jadi sektor ini sangat berpotensi sekali untuk penerimaan pajak," sebut Edwin, Jumat (9/10/2020).

Dia mengungkapkan apabila destinasi wisata sudah bisa ditetapkan di Bangka, maka akan banyak keuntungan yang didapat, mulai dari perhotelan, rental mobil, rumah makan dan lainnya.

"Jadi jika sektor pariwisata ini bisa berjalan baik, ekonomi akan hidup dan dengan sendiri penerimaan pajak juga akan tinggi. Karena tidak ada yang akan memajaki bila tidak ada hasil yang dikenakan pajak,"tuturnya.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Penulis: Sela Agustika
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved