Rabu, 22 April 2026

12 Alasan Pria Selingkuh, Istri dan Pacar Harus Tahu, Ada Kesempatan Hingga Egois

Ada banyak orang di dunia ini yang memilih berselingkuh meski sudah memiliki kehidupan rumah tangga atau asmara yang membahagiakan.

Editor: Evan Saputra
Tribun Medan
Ilustrasi selingkuh. 12 Alasan Pria Selingkuh, Istri dan Pacar Harus Tahu, Ada Kesempatan Hingga Egois 

12 Alasan Pria Selingkuh, Istri dan Pacar Harus Tahu, Ada Kesempatan Hingga Egois

BANGKAPOS.COM - Ada banyak orang di dunia ini yang memilih berselingkuh meski sudah memiliki kehidupan rumah tangga atau asmara yang membahagiakan.

Serasa tak juga cukup, orang-orang ini memutuskan untuk mencari kepuasan baru dengan menjalin hubungan lain atau berselingkuh.

Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan, mengapa orang-orang seperti ini benar-benar selingkuh?

Beberapa dari mereka bahkan terus membangun hubungan tak sehat itu setelah tertangkap tangan, bahkan di hadapan konsekuensi yang sangat tidak diinginkan seperti perceraian, kehilangan kontak orangtua, kehilangan kedudukan sosial, dan sejenisnya.

Dalam sebuah laporan Psychology Today, relationship expert sekaligus terapis asal Amerika Serikat (AS), Robert Weiss Ph.D., MSW, secara khusus membahas soal hal-hal yang bisa membuat seorang pria berselingkuh.

Alasan pria berselingkuh

Weiss menyatakan para pria sebenarnya bisa memilih untuk tidak berselingkuh. Pasalnya, mereka masih memiliki pilihan untuk berupaya menyesaikan masalah dengan pasangan, termasuk melakukan terapi bersama ataupun berpisah apabila memang hubungannya sudah tidak bisa dipertahankan lagi.

Meski begitu, ada saja pria yang tetap berselingkuh dari pasangannya. Weiss mengutarakan, segala macam dinamika dapat berperan dalam keputusan pria untuk terlibat dalam perselingkuhan.

Namun, pada umumnya, pilihannya untuk berselingkuh atau menipu pasangan didorong oleh satu atau lebih faktor berikut:

1. Pemahaman yang rendah soal komitmen

Tak cukup dewasa dan tidak memiliki pemahaman yang baik komitmen menjadi salah satu yang bisa membuat pria berselingkuh.

Hal itu bisa jadi dikarenakan pria itu tidak banyak memiliki hubungan yang mementingkan komitmen dalam hidup.

Pria ini mungkin juga tidak benar-benar memahami bahwa tindakannya pasti akan memiliki konsekuensi, seperti menyakiti pasangan.

Sang pria masih berpikir komitmennya terhadap monogami sebagai jaket yang bisa dipakai atau dilepas semaunya, tergantung pada kondisi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved