Senin, 4 Mei 2026

Awas, Obesitas Bikin Rentan Terkena Hipertensi

Kendati mendapatkan perhatian khusus, sebenarnya garam bukanlah faktor utama yang menyebabkan hipertensi.

Tayang:
Editor: suhendri
Freepik.com
Dokter memeriksa tekanan darah pasien. Hipertensi atau tekanan darah tinggi banyak diderita masyarakat akibat pola hidup yang tidak sehat. 

BANGKAPOS.COM - Banyak orang tidak bisa lepas dari garam untuk memberikan rasa asin dan gurih pada makanan.

Terkadang -disadari atau tidak-, konsumsinya pun menjadi berlebihan.

Padahal, mengonsumsi garam secara berlebihan dapat memicu peningkatan risiko penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Anjuran konsumsi garam adalah 2.000 mg natrium per orang per hari.

Jumlah itu setara dengan satu sendok teh garam.

Anjuran itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

Kendati mendapatkan perhatian khusus, sebenarnya garam bukanlah faktor utama yang menyebabkan hipertensi.

Namun, ada hal pendukung lainnya perlu diperhatikan.

Ketua InaSH (Indonesian Society of Hypertension), dr. Tunggul D. Situmorang SpPD-KGH, obesitas ikut menjadi faktor orang-orang rentan terkena hipertensi.

"Yang meningkatkan risikonya ya makanan-makanan yang membuat orang obesitas."

"Selain itu karena orang tidak suka bergerak," kata dia saat peluncuran produk Omron, melalui aplikasi Zoom, Rabu (14/10/2020).

Tunggul lantas menyarankan agar setiap orang berusia dewasa mulai rutin melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin.

Dengan demikian, fakta tetang adanya potensi penyakit hipertensi atau tidak (primer hypertension) dapat terdeteksi.

Di samping itu, hipertensi lebih banyak terjadi berdasarkan penyakit turunan (genetik).

Maka, jika sudah mengetahui risiko secara dini, penyakit ini bisa dikendalikan ataupun dicegah.

Bagi orang-orang yang sudah mengidap hipertensi, biasanya akan dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat seperti buah, serta mengurangi garam.

"Awalnya, pasien hipertensi itu tidak akan diberikan obat, tetapi mengubah gaya hidupnya dahulu."

"Baru kalau sudah ada di kondisi tertentu akan diberikan obat," cetus Tunggul. (Kompas.com/Ryan Sara Pratiwi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Waspadai, Pemicu Risiko Hipertensi Selain Garam

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved