Minggu, 10 Mei 2026

Jam Berapa Waktu Sholat Dhuha dan Kapan Batas Waktu Shalat Dhuha?

Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya hingga menjelang waktu zuhur.

Tayang:
Editor: fitriadi
Tribun Jabar
Ilustrasi Sholat Dhuha 

BANGKAPOS.COM - Jam berapa waktu dimulainya shalat dhuha dan kapan batas waktu sholat dhuha?

Pertanyaan ini sering muncul dari sebagian umat muslim yang belum mengetahui waktu sholat dhuha.  

Sholat dhuha dikerjakan ketika waktu dhuha.

Sholat dhuha adalah sholat sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Jumlah rakaat salat dhuha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Dan dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam.

Baca juga: Wasiat Nabi Muhammad Rutin Kerjakan Sholat Dhuha Raih Keistimewaannya Dicatat sebagai Orang Taat

Baca juga: Doa Setelah Sholat Dhuha, Lafaz Niat Lengkap Panduan Tata Cara Mengerjakan Sholat Dhuha

Baca juga: Dahsyatnya Zikir Hasbunallah Wanikmal Wakil Jadi Penolong Nabi Ibrahim dan Umat Islam saat Perang

Baca juga: Manfaat Mengamalkan Asmaul Husna, Sabda Rasulullah Membuka Pintu Rezeki, Otak Cerdas dan Masuk Surga

Waktu sholat dhuha

Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya hingga menjelang waktu zuhur.

Waktu sholat dhuha terbentang sejak matahari naik hingga condong ke barat. Artinya, di Indonesia, waktu shalat dhuha terbentang selama beberapa jam sejak 20 menit setelah matahari terbit hingga 15 menit sebelum masuk waktu zuhur.

Waktu yang lebih utama adalah seperempat siang. Di Arab, waktu itu ditandai dengan padang pasir terasa panas dan anak unta beranjak.

Keistimewaan sholat dhuha
Keistimewaan sholat dhuha (tangkap layar Youtube)

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’” (HR. Muslim)

Istilah dhuha dapat ditemukan pada beberapa tempat dalam Al-Qur’an. Kita dapat menemukan istilah dhuha kurang lebih pada tujuh tempat.

Di dalam QS Thaha [20]:59; AI-‘Araf [7]:98; An-Nazi’at [79]:46), kata dhuha diartikan sebagai “pagi hari” atau sebagai “panas sinar matahari” di tempat lainnya (QS Thaha [20:119]).

Istilah dhuha juga bisa mencakup kedua makna itu sehingga diartikan “sinar matahari di pagi hari” (QS As-Syams [91]:1).

Pada tempat lain (QS An-Nazi’at [79]:29), kata dhuha diartikan sebagai Siang yang terang. Namun, makna dhuha ini barangkali tidak merujuk pada keadaan terangnya siang di tengah hari yaitu waktu dzuhur.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved