BAKCANG atau Kue Cang Bangka, Ini Mitos Sejarah dan Cara Membuatnya
Bakcang atau kue cang tak melulu disisi daging ayam, ada pula isian sayur dan ebi udang. Rasanya enak sekali, ini tips membuatnya
Penulis: Edy Yusmanto |
BANGKAPOS.COM - Bagi sebagian orang tentu tak asing mendengar nama kue cang, kuecang atau bakcang.
Kue yang berbahan dasar ketan ini memang sangat lezat.
Di berbagai daerah, bahan dan cara membuat kue cang berbeda.
Penganan ini sangat cocok dikonsumsi pagi, sore dan malam hari.
Isiannya pun berbeda-beda, ada yang daging ayam hingga ebi udang.
Khusus di Pangkalpinang Bangka Belitung ada banyak tempat yang menjual kue ini.
Hampir di semua penjual kue pasti menyediakannya.
Satu di antaranya adalah penjual kue yang berada tidak jauh dari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang.
Silahkan coba saja kunjungi bagi yang sempat berkunjung ke Pangkapinang.
Bangkapos.com melansir wikipedia menyebutkan bakcang atau bacang (Hanzi: hanyu pinyin: ròuzòng) adalah penganan tradisional masyarakat Tionghoa.
Baca juga: KLIP Musik Tertinggi Ditonton di Youtube hingga 7 Miliar Kali, Siapa Itu?
Kata 'bakcang' sendiri berasal dari dialek Hokkian yang lazim dibahasakan di antara suku Tionghoa di Indonesia.
Bakcang menurut legenda kali pertama muncul pada zaman Dinasti Zhou berkaitan dengan simpati rakyat kepada Qu Yuan yang bunuh diri dengan melompat ke Sungai Miluo.
Pada saat itu, bakcang dilemparkan rakyat sekitar ke dalam sungai untuk mengalihkan perhatian makhluk-makhluk di dalamnya supaya tidak memakan jenazah Qu Yuan.
Untuk kemudian, bakcang menjadi salah satu simbol perayaan Peh Cun atau Duanwu.
Bakcang secara harfiah bak adalah daging dan cang adalah berisi daging jadi Arti bakcang adalah berisi daging.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bakcang-atau-kue-cang-bangka12.jpg)