Maulid Nabi Muhammad SAW
Bolehkah Merayakan Maulid Nabi, 3 Dalil Ini Jadi Rujukan bagi Umat Muslim
Bolehkah merayakan Maulid Nabi? Ustaz Abdul Somad atau UAS menjelaskan ada tiga dalil soal merayakan Maulid Nabi.
BANGKAPOS.COM - Umat muslim sebentar lagi merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Maulid Nabi tahun ini jatuh pada hari Kamis tanggal 29 Oktober 2020.
Pada saat Maulid Nabi Muhammad SAW, beragam kegiatan dilaksanakan untuk mengisi momentum.
Namun yang jadi pertanyaan apakah boleh merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW?
Ustaz Abdul Somad atau UAS menjelaskan ada tiga dalil soal merayakan Maulid Nabi.
Ada dua hukum dalam merayakan Maulid Nabi, bid'ah dan bukan bid'ah.
Menurut UAS, seperti dikutip dari channel Youtube Para Pejalan, merayakan Maulid Nabi bukanlah bid'ah.
Baca juga: Doa dan Amalan Saat Maulid Nabi Muhammad SAW
Baca juga: 27 Ucapan Lengkap Maulid Nabi Muhammad SAW Bahasa Indonesia & Inggris, Cocok untuk WA dan IG
Baca juga: Maulid Nabi Muhammad SAW 2019, Simak 10 Keistimewaan Bulan Rabiul Awal
Merayakan Maulid Nabi bukan bid'ah dilandasi oleh tiga dalil atau hukum.
Dalil yang pertama, Ustaz Abdul Somad menceritakan soal kisah Imam Al Hafiz.
Beliau, kata UAS, hafal 300.000 hadis yang pernah mengatakan pada tanggal 10 Muharam Allas SWT menyelamatkan Nabi Musa.
Pada saat ini, Bani Israil kemudian melaksanakan puasa karena Allah telah menyelamatkan Nabi Musa.
Sejak saat itulah, setiap tanggal 10 Muharam, umat Bani Israil sampai umat muslim menjalankan ibadah puasa.
Hal tersebut dimaksudkan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT.
UAS melanjutkan, Imam Al Hafiz pernah berkata bila tradisi tradisi untuk Nabi Musa dibolehkan, maka perayaan Maulid Nabi juga demikian.
"Kalau selamatnya Musa diulang setiap tahun, apalagi selamatnya Nabi Muhammad SAW. itu bukan kata Abdul Somad, itu kata Imam Al Hafiz, 300.000 hadis di kepalanya tapi ia membenarkan Maulid Nabi ," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-maulid-nabi-muhammad-saw-sabtu-9-november-2019.jpg)