Waspada Daerah-daerah di Indonesia Ini Bakal Kena Dampak Fenomena La Lina
La Lina diperkirakan akan melanda sejumlah daerah di Indonesia. Dampaknya berupa hujan lebat, angin kencang dan cuaca ekstrem lainnya.
BANGKAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini soal datangnya fenomena La Lina.
La Lina diperkirakan akan melanda sejumlah daerah di Indonesia.
Dampaknya berupa hujan lebat, angin kencang dan cuaca ekstrem lainnya.
Peringatan dini potensi hujan lebat sepekan ke depan ini dikeluarkan oleh BMKG pada Minggu (18/10/2020).
Sebelumnya, BMKG telah merilis informasi yang menyatakan, bahwa saat ini tengah terjadi fenomena La Nina di Samudera Pasifik dengan intensitas sedang (moderat).
Baca juga: 24 Rumah Terendam, 1 Rusak Akibat Angin Kencang dan Hujan Mengguyur Pangkalpinang
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini : 29 Provinsi Berpotensi Hujan Lebat Disertai Kilat & Angin Kencang
Apa Itu La Nina?
Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara, Siswanto mengatakan La Nina adalah kondisi penyimpangan (anomali) suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin daripada kondisi normalnya.
La Nina akan dinyatakan sebagai “Kejadian La Nina” atau “La Nina event” apabila kondisi penyimpangan (anomali) suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin daripada kondisi normalnya.
Selain itu, perubahan permukaan laut tersebut juga diikuti oleh perubahan sirkulasi atmosfer di atasnya.
Berupa peningkatan angin pasat timuran lebih kuat dari kondisi normalnya, dan telah berlangsung beberapa bulan (2-3 bulan).
"Kondisi La Nina dapat berlangsung dengan durasi selama beberapa bulan hingga dua tahun dan berulang setiap beberapa tahun (siklus 2-8 tahun). Kejadian La Nina dapat mempengaruhi perubahan pola cuaca global," kata Siswanto.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menyampaikan bahwa BMKG melakukan pemantauan terhadap indikator laut dan atmosfer.
Hasil analisis pemantauan tersebut ternyata menunjukkan, suhu permukaan laut mendingin -0.5 derajat celsius hingga -1.5 derajat celsius selama dasarian terakhir atau 70 hari.
Ini juga diikuti oleh dominasi aliran zonal angin timuran yang merepresentasikan penguatan angin pasat.
"Bagi Indonesia, La Nina yang terjadi pada periode awal musim hujan ini berpotensi meningkatkan jumlah curah hujan di sebagian besar wilayah," kata Guswanto.
Guswanto berkata, dampak La Nina terhadap curah hujan di Indonesia tidak seragam, baik secara spasial maupun temporal, bergantung pada musim atau bulan, wilayah, dan kekuatan La Nina itu sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bmkg-peringati-cuaca-ekstrem-dan-gelombang-tinggi-di-wilayah-ini-terdapat-satu-angin-siklon-tropis.jpg)