Kesehatan
Merasa Sariawan? Kenali Ciri dan Faktor Lesi, yang Bisa Jadi Gejala Kanker Mulut
Merangkum Mayo Clinic, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko timbulnya kanker mulut.
BANGKAPOS.COM - Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak terkontrol yang menginvasi dan merusak jaringan sekitarnya.
Kanker yang terbentuk di rongga mulut bisa ditandai oleh pertumbuhan jaringan atau sariawan di rongga mulut yang tak kunjung sembuh.
Merangkum Mayo Clinic, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko timbulnya kanker mulut, di antaranya:
- Penggunaan tembakau dalam bentuk apa pun, termasuk rokok, cerutu, maupun tembakau kunyah
- Konsumsi alkohol berat Paparan sinar matahari yang berlebihan ke bibir Infeksi virus menular seksual yang disebut human papillomavirus (HPV)
- Sistem kekebalan yang melemah
- Memiliki riwayat keluarga kanker mulut
- Memiliki riwayat kanker sebelumnya
- Pola makan tidak sehat, seperti jenis penyakit kanker lainnya
Penyakit kanker mulut juga tidak layak disepelekan karena bisa juga menimbulkan kematian.
Kasus kematian pada kanker mulut sering disebabkan karena terlambat dikenali atau terdiagnosis.
Hal ini membuat deteksi dini kanker rongga mulut menjadi sangat penting untuk dapat mengurangi angka mortalitas dan morbiditas.
Kanker mulut berkembang dari lesi prakanker. Kanker Mulut Lesi merupakan istilah medis untuk merujuk pada keadaan jaringan yang abnormal pada tubuh, termsuk bisa terjadi di mulut.
Apabila lesi prakanker rongga mulut itu dapat ditemukan dan ditatalaksana sedini mungkin, maka perkembangannya menjadi kanker mulut dapat dicegah, dan jumlah kasus baru kanker rongga mulut diharapkan bisa diturunkan.
Merangkum Health Line, sebagian besar lesi prakanker mulut dapat terdeteksi pada pemeriksaan rutin rongga mulut.
Lesi prakanker rongga mulut dapat ditemukan dalam berbagai tampilan, seperti:
- Lesi putih
- Lesi merah
- Kombinasi lesi putih dan merah (erythroleukoplakia)
- Lesi ulserasi
- Lesi putih (leukoplakia) memiliki gambaran berupa plak putih tanpa disertai striae (muncul garis beruntai pada kulit), tidak bilateral, dan tidak hilang saat diseka.
Cara Mengatasinya
Anda juga dapat secara rutin melakukan pemeriksaan rongga mulut sendiri untuk melihat ada atau tidaknya perubahan warna, bentuk, tekstur dan konsistensi organ di dalam rongga mulut.
Di Indonesia, periksa rongga mulut sendiri diserukan dengan istilah atau singkatan SAMURI.
SAMURI adalah dengan melihat rongga mulut di depan kaca untuk menelisik ada tidaknya kelainan, perubahan warna, bentuk atau ukuran, kemudian raba dan rasakan rongga mulut dengan telunjuk tangan untuk merasakan ada tidaknya perubahan tekstur dan konsistensi.
Apabila pada pemeriksaan rutin ini ditemukan adanya perubahan, Anda dapat segera berkonsultasi ke dokter untuk memastikan apakah perubahan tersebut merupakan suatu lesi prakanker, lesi ganas atau bukan keduanya. (kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alami Sariawan? Kenali Ciri Lesi yang Bisa Jadi Gejala Kanker Mulut"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-kanker-mulut.jpg)