Rabu, 15 April 2026

Penanganan Covid 19

Vaksin Covid-19 Diprioritas Untuk Orang Berisiko Tinggi Tertular Corona

Orang yang mendapat vaksinasi adalah orang sehat yang berisiko tinggi tenaga medis yang setiap hari berinteraksi dengan pasien Covid-19.

Editor: fitriadi
Tribunnews/HO/BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo (kanan) tiba di PT Bio Farma (Persero) Bandung untuk meninjau fasilitas produksi dan pengemasan vaksin Covid-19, di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8/2020) pagi sekitar pukul 09.45 WIB. Peninjauan dipandu oleh Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesti Basyir. Dalam kunjungannya tersebut, Presiden Jokowi didampingi antara lain oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Vaksinasi adalah proses memasukkan vaksin ke dalam tubuh, dapat melalui suntik atau tetes.

Setelah proses itu, tubuh bereaksi membentuk imunitas atau antibodi.

Sehingga, bisa melawan saat tertular virus corona (Covid-19).

Sedangkan, imunisasi adalah proses ketika tubuh dapat memunculkan kekebalan tubuh karena terbentuknya antibodi terhadap imun yang dituju.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan orang yang mendapat vaksinasi adalah orang sehat yang berisiko tinggi seperti dokter, tenaga kesehatan, perawat yang setiap hari berinteraksi dengan pasien Covid-19.

Baca juga: Warga Jakarta Kena Denda Rp 5 Juta Jika Berani Tolak Rapid Test dab Tes Swab

Baca juga: 1.620 Relawan Tidak Rasakan Efek Samping Serius Vaksin Covid-19

Baca juga: Indonesia Beli Vaksin Covid-19 dari Luar Negeri, Ahli Mikrobiologi Ungkap Fakta Uji Klinis Ketiga

Selain itu, kelompok yang memberikan pelayanan publik yang memiliki risiko bersentuhan dengan banyak orang.

Terkait skema penyebaran vaksin, Wiku menjelaskan akan menentukan prioritas.

Sebab, stok vaksin Covid-19 tidak datang dalam jumlah yang komplet.

Produksi vaksin bertahap, jadi pemberiannya pun dilakukan berdasarkan prioritas.

"Nanti ada pertimbangan tersendiri apakah diberikan pada orang yang berisiko tinggi dan juga diberikan ke daerah," jelas Wiku Adisasmito, dikutip dari Covid19.go.id, Senin (19/10/2020).

Bio Farma Siap Produksi 17 juta Vaksin Sinovac Per Bulan

Corporate Secretary PT Bio Farma (Persero), Bambang Heriyanto mengatakan, pihaknya mampu memproduksi vaksin Covid-19 dengan kapasitas 250 juta dosis secara bertahap.

Bambang menjelaskan pihaknya telah melakukan beberapa persiapan sebelum produksi vaksin mendapat izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM).

"Tentu persiapan dari awal sudah dipersiapkan. Ada quality control. Semua dilakukan secara hati-hati sesuai standard mutu," ujar Bambang Heriyanto, Senin.

Ia menjelaskan, jumlah produksi vaksin ini tidak bisa mengacu kapasitas maksimal 250 juta dosis, tapi dilakukan secara bertahap.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved