Penanganan Covid 19
Vaksin Covid-19 Diprioritas Untuk Orang Berisiko Tinggi Tertular Corona
Orang yang mendapat vaksinasi adalah orang sehat yang berisiko tinggi tenaga medis yang setiap hari berinteraksi dengan pasien Covid-19.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Vaksinasi adalah proses memasukkan vaksin ke dalam tubuh, dapat melalui suntik atau tetes.
Setelah proses itu, tubuh bereaksi membentuk imunitas atau antibodi.
Sehingga, bisa melawan saat tertular virus corona (Covid-19).
Sedangkan, imunisasi adalah proses ketika tubuh dapat memunculkan kekebalan tubuh karena terbentuknya antibodi terhadap imun yang dituju.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan orang yang mendapat vaksinasi adalah orang sehat yang berisiko tinggi seperti dokter, tenaga kesehatan, perawat yang setiap hari berinteraksi dengan pasien Covid-19.
Baca juga: Warga Jakarta Kena Denda Rp 5 Juta Jika Berani Tolak Rapid Test dab Tes Swab
Baca juga: 1.620 Relawan Tidak Rasakan Efek Samping Serius Vaksin Covid-19
Baca juga: Indonesia Beli Vaksin Covid-19 dari Luar Negeri, Ahli Mikrobiologi Ungkap Fakta Uji Klinis Ketiga
Selain itu, kelompok yang memberikan pelayanan publik yang memiliki risiko bersentuhan dengan banyak orang.
Terkait skema penyebaran vaksin, Wiku menjelaskan akan menentukan prioritas.
Sebab, stok vaksin Covid-19 tidak datang dalam jumlah yang komplet.
Produksi vaksin bertahap, jadi pemberiannya pun dilakukan berdasarkan prioritas.
"Nanti ada pertimbangan tersendiri apakah diberikan pada orang yang berisiko tinggi dan juga diberikan ke daerah," jelas Wiku Adisasmito, dikutip dari Covid19.go.id, Senin (19/10/2020).
Bio Farma Siap Produksi 17 juta Vaksin Sinovac Per Bulan
Corporate Secretary PT Bio Farma (Persero), Bambang Heriyanto mengatakan, pihaknya mampu memproduksi vaksin Covid-19 dengan kapasitas 250 juta dosis secara bertahap.
Bambang menjelaskan pihaknya telah melakukan beberapa persiapan sebelum produksi vaksin mendapat izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM).
"Tentu persiapan dari awal sudah dipersiapkan. Ada quality control. Semua dilakukan secara hati-hati sesuai standard mutu," ujar Bambang Heriyanto, Senin.
Ia menjelaskan, jumlah produksi vaksin ini tidak bisa mengacu kapasitas maksimal 250 juta dosis, tapi dilakukan secara bertahap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/jokowi-tinjau-fasilitas-produksi-dan-pengemasan-vaksin-covid-19.jpg)