Bajak Laut Somalia yang Dikenal Sadis & Ganas Malah Keok Saat Curi Ikan di Laut Taiwan, ini Nasibnya

Bajak Laut Somalia yang Dikenal Sadis & Ganas Malah Keok Saat Curi Ikan di Laut Taiwan, ini Nasibnya

Yoyok Prima Maulana/Intisari Grid
Bajak Laut Somalia yang Dikenal Sadis & Ganas Malah Keok Saat Curi Ikan di Laut Taiwan, ini Nasibnya 

Bajak Laut Somalia yang Dikenal Sadis & Ganas Malah Keok Saat Curi Ikan di Laut Taiwan, ini Nasibnya

BANGKAPOS.COM -- Belum lama ini, bajak Laut Somalia dikabarkan keok setelah gagal membajak ikan di wilayah Taiwan.

Seperti diketahui, bajak laut atau perompak Somalia ini dikenal ganas dan kejam sebagai momok menakutkan bagi semua kapal yang melintasi Samudera Hindia.

Bahkan TNI sempat menerjunkan tim khusus membebaskan kapal MV Sinar Kudus yang membawa 20 orang Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) dibajak oleh perompak Somalia pada 16 Maret 2011.

Namun itu tidak berlaku di Taiwan. Kelompok Bajak Laut Somalia keok dan gagal mencuri ikan di Taiwan.

Tidak semua aksi pembajakan Bajak Laut Somalia itu berhasil.

Baca juga: Rocky Gerung Bandingkan Habib Rizieq dengan Jokowi, Sebut HRS Lebih Pancasilais, Ini Alasannya

Baca juga: Pangeran Abdul Azim, Putra Raja Brunei yang Meninggal Hari Ini, Sosoknya Penuh Kontroversi?

Baca juga: Info Gempa Hari Ini: Pangandaran Diguncang Gempa Magnitudo 5,9 & 17 Wilayah ini Rasakan Guncangannya

Bahkan dalam beberapa kejadian perompak Somalia yang gagal membajak kapal sasaran malah menjadi umpan pelor.

(Ilustrasi - bajak laut Somalia/AP Farah Abdi Warsameh)
(Ilustrasi - bajak laut Somalia/AP Farah Abdi Warsameh)

Pasalnya beberapa kapal ikan yang beroperasi di Samudera Hindia kini sudah membawa tentara bayaran yang sewaktu-waktu dikerahkan bila ada serangan bajak laut Somalia.

Seperti yang terjadi di kapal ikan Taiwan yang menjadi target pembajakan 4 perompak Somalia 2012 lalu.

Namun sang kapten kapal Taiwan ini kini diadili di Kaohsiung atas pembunuhan empat bajak lalu yang mencoba membajak kapal di Lautan Hindia pada tahun 2012.

Dilansir tribunmedan.id/tribun-medan.com ( tribunnewsnetwork/ bangkapos.com ), dari focus taiwan, Senin (19/10/2020), terdakwa Wang Fengyu didakwa jaksa Kaohsiung atas tuduhan pembunuhan dan pelanggaran Undang-Undang Pengendalian Senjata, Amunisi dan Pisau.

Wang, penjabat kapten Ping Shin No. 101 yang terdaftar di Kaohsiung, meminta dua tentara bayaran Pakistan untuk menembak dan membunuh empat tersangka perompak Somalia di Samudera Hindia di lepas pantai Somalia pada 29 September 2012.

Meskipun mendakwa Wang dengan pembunuhan, jaksa penuntut merekomendasikan agar pengadilan memberikan Wang hukuman yang relatif ringan karena tersangka perompak menembaki kapalnya terlebih dahulu.

Baca juga: Gratis, Tonton Lewat HP Sekarang, Tengah Berlangsung Live Streaming Trans7 MotoGP Teruel 2020

Wang juga berargumen bahwa dia memerintahkan penembakan itu sehingga keempatnya tidak bisa melarikan diri dan mencegah perompak lain datang dan membajak kapalnya.

(Bajak Laut Somalia Keok Saat Gagal Curi Ikan di Laut Taiwan, Terombang Ambing di Laut (NY TIMES))
(Bajak Laut Somalia Keok Saat Gagal Curi Ikan di Laut Taiwan, Terombang Ambing di Laut (NY TIMES))

Di Taiwan, pembunuhan membawa hukuman minimal 10 tahun dan dapat dihukum dengan hukuman mati.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved