Buaya di Bangka Belitung
Heboh Buaya Kerap Muncul di Babel, BKSDA Minta Warga Hindari Waktu-waktu Ini
Tidak hanya di sungai, buaya yang menampakkan dirinya ini juga ditemukan di wilayah pesisir pantai
Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Akhir-akhir ini buaya semakin sering ditemukan menampakkan dirinya di wilayah provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Tidak hanya di sungai, buaya yang menampakkan dirinya ini juga ditemukan di wilayah pesisir pantai.
Catatan bangkapos.com, dalam bulan ini saja sudah tiga kali terjadi peristiwa menghebohkan buaya menampakkan dirinya.
Dari penampakan buaya di lokasi robohnya Jerambah Gantung hingga penampakan buaya di pesisir pantai pulau Belitung.
Kepala Resort Bangka, Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Septian Wiguna, mengatakan kemunculan buaya di Bangka Belitung, diakibatkan kerusakannya habitat mereka.
Selain itu, Kemunculan buaya itu juga, karena bersinggungan dengan aktivitas manusia secara langsung, dan diprediksi pada saat ini, telah masuk musim kawin.
"Kalau disebut musim kawin, masih termasuk juga karena beberapa bulan kemarin buaya ada bertelur di Pusat Penangkapan Sementara (PPS) Konservasi Air Jangkang," kata Septian, Kepada Bangkapos.com, Senin (27/10/2020).
Kata Septian, melihat hal itu, diasumsikan, ini salah satu musim kawin.
Penyebab terutamanya kerusakan lingkungan, menyebabkan buaya tersebut keluar.
"Disitu habitat buaya dan di situ juga aktivitas manusia. Ditambah kerusakan lingkungan. Sebenarnya ini harus menjadi perhatian bersama, bukan dari BKSDA dan Alobi saja," ungkap Septian.
Langkah yang diambil untuk mengantisipasinya, harus dilakukan konferensif, dari mulai identifikasi. Apakah, buayanya yang harus di relokasi atau tidak manusianya.
"Itu harus menjadi perhatian bersama, terutama pemerintah daerah. Kami dari kementerian KLHK, kami sudah menginisiasi pembentukan Satgas, memang belum bergerak dikarenakan baru 2020. Tapi harapannya kedepan kita haus ada pembicaraan ke arah sana," ungkapnya.
Menurutnya, aktivitas buaya tersebut lebih ke sore hingga malam, tepatnya menjelang magrib.
Ia mengimbau kepada masyarakat, untuk menghindari di waktu tersebut dan daerah terdapat buaya.
"Kalau ada indikasi buaya lebih baik jangan, ke daerah yang ada buayanya. Kalau misalkan terlihat ada buaya, jangan iseng melempar batu ke arah buaya itu," imbau Septian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/buaya-ditangkap-warga-di-pangkalraya-sungaiselan-bangka-tengah.jpg)