Penanganan Covid 19
Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Capai 81,3 Persen Lebih Tinggi dari Persentase
Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia disebut lebih tinggi presentasinya dari dunia.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Saat ini penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia sudah bergerak ke arah yang diharapkan.
Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia disebut lebih tinggi presentasinya dari dunia.
Dalam beberapa pekan terakhir terjadi perkembangan baik di banyak daerah di Indonesia.
Namun Satgas Penanganan Covid-19 berpesan agar kondisi ini tidak membuat cepat berpuas diri.
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengabarkan perkembangan terkini per tanggal 27 Oktober 2020 melalui keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (27/10/2020).
Penambahan kasus positif sebanyak 3.520, kasus aktif 60.685 atau 16,4%.
Baca juga: Presiden Jokowi Beberkan Alasan Beli Vaksin Covid-19 yang Belum Lolos Uji Klinis Fase 3
Baca juga: Bisa Deteksi Corona Melalui Napas, GeNose Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan UGM Cuma Rp 400
Baca juga: Bukan Vaksin Covid-19, Inilah Protokol Kesehatan Vaksin Terampuh Saat Ini
Kasus aktif dunia pada saat ini rata-ratanya berada di angka 23,84%.
Persentase kasus aktif di Indonesia menurut Wiku sekitar 7% lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia.
Sedangkan jumlah kasus sembuh saat ini sudah 322.248 orang, ini adalah 81,3%, dimana kasus sembuh dunia 73,49%.
"Bahwa kasus sembuh di dunia akhir-akhir ini cenderung menurun. Sedangkan kasus sembuh di Indonesia, persentasenya cenderung meningkat. Ini adalah kabar baik yang harus dipertahankan sehingga angka kesembuhan bisa naik terus dan diharapkan tidak ada yang meninggal," kata Wiku.
Melihat jumlah kasus yang meninggal saat ini, Wiku menyebut totalnya ada 13.512 kasus atau 3,4% dibandingkan rata-rata dunia 2,65%.
Angka kematian di Indonesia harus diturunkan dan harus mengejar rata-rata dunia atau menjadi lebih rendah.
Wiku melanjutkan dengan menjabarkan perkembangan mingguan secara spesifik.
Pada jumlah kasus positif mengalami perkembangan yang baik karena mengalami penurunan sebesar 4,5%.
"Kami mengapresiasi provinsi Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Barat yang pada pekan sebelumnya masih masuk ke dalam lima besar, namun pekan ink berhasil keluar dari lima besar dengan berupaya menekan angka kasusnya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/batuk-tanda-gejala-covid-19.jpg)