Rabu, 6 Mei 2026

Polemik Karikatur Nabi Muhammad SAW

Paul Pogba Tegaskan Islam Agama Damai dan Cinta, ''Saya Menentang Teror dan Kekerasan''

Paul Pogba Tegaskan Islam Agama Damai dan Cinta, ''Saya Menentang Teror dan Kekerasan''

Tayang:
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
Instagram/PaulPogba-Twitter/@MHChehade
Pogba 

BANGKAPOS.COM - Pesepakbola Paul Pogba merasa marah terkait kabar yang mengkaitkan dirinya terkait teror di Prancis yang dikaitkan dengan Islam. Pemain Manchster United itu menegaskan Islam adalah agama yang damai.

Melalui Instagram, Paul Pogba menumpahkan emosinya.

Dirinya merasa terkejut atas apa yang diberitakan oleh sebuah media di Inggris.

Berikut komentar Paul Pogba:

"Jadi The Sunmelakukannya lagi ... benar-benar 100% berita tidak berdasar tentang saya beredar, menyatakan hal-hal yang tidak pernah saya katakan atau pikirkan.

Saya terkejut, marah, terkejut dan frustasi beberapa sumber “media” menggunakan saya untuk membuat headline palsu total tentang topik yang masuk akal dari peristiwa terkini di Perancis dan menambahkan agama saya dan Tim Nasional Perancis ke dalam pot.

Saya menentang segala bentuk teror dan kekerasan. Agama saya adalah agama yang damai dan cinta dan harus dihormati.

Sayangnya, beberapa orang pers tidak bertindak secara bertanggung jawab saat menulis berita, menyalahgunakan kebebasan pers mereka, tidak memverifikasi apakah yang mereka tulis / reproduksi itu benar, menciptakan rantai gosip tanpa peduli hal itu memengaruhi kehidupan orang dan kehidupan saya.

Saya mengambil tindakan hukum terhadap penerbit dan penyebar 100% Berita Palsu ini. Dalam sapaan singkat kepada The Sun, yang biasanya tidak peduli: beberapa dari kalian mungkin pergi ke sekolah dan akan ingat bagaimana guru Anda mengatakan untuk selalu memeriksa sumber Anda, jangan menulis tanpa memastikan. Tapi, hei, sepertinya Anda melakukannya lagi dan kali ini pada topik yang sangat serius, Anda memalukan!," tulis Paul Pogba.

Iran Tampilkan Presiden Perancis seperti Iblis Gara-gara Pernyataannya Soal Karikatur Nabi Muhammad

Prancis saat ini sedang dikecam oleh umat Muslim di dunia.

Selain Turki dengan presidennya, Recep Tayyip Erdogan yang gencar mengkritik pemerintah Perancis atas kasus karikatur Nabi Muhammad, Iran juga mengecam dengan salah satu media garis keras yang menampilkan kartun Presiden Perancis seperti iblis.

Menurut laporan TV dalam negeri Iran, Selasa (27/10/2020), pemerintah Iran memanggil diplomat Perancis dan memprotes karikatur yang menunjukkan Nabi Muhammad.

Seorang pejabat Iran di Kementerian Luar Negeri mengatakan kepada diplomat Perancis bahwa respons Paris setelah kasus pembunuhan Samuel Paty merupakan suatu hal yang "tidak bijaksana".

Melansir Associated Press (AP) pemerintah Iran mengatakan bahwa Perancis mengizinkan kebencian terhadap Islam di bawah kedok dukungan kebebasan berekspresi.

Samuel Paty, seorang guru di Perancis tewas dibunuh dengan brutal oleh seorang remaja muslim asal Chechnya,

Rusia setelah mengajar kelas kebebasan berpendapat dan menunjukkan karikatur Nabi Muhammad.

Insiden tragis itu menuai perhatian publik dengan warga Perancis yang turun ke jalan dan menuntut kebebasan berekspresi.

Sementara masyarakat muslim dunia menyesali adanya intoleransi dari pembuat kartun dan menganggap kartun yang menjadikan nabi besar umat Islam sebagai modelnya itu suatu penghinaan atas simbol suci Islam.

Sebuah asosiasi ulama yang kuat di kota Qom, Iran juga mendesak pemerintah untuk mengutuk Macron.

Koran garis keras Iran Vatan-e Emrooz menggambarkan Macron sebagai iblis dan memanggil presiden Perancis itu dengan sebutan Setan dalam sebuah kartun yang terpampang di halaman depan koran pada Selasa.

Selain Iran, Parlemen Pakistan mengeluarkan resolusi yang mengutuk penerbitan kartun nabi.

Pada hari Selasa, puluhan orang di kota pelabuhan selatan Karachi memprotes penolakan Perancis untuk mengutuk publikasi kartun tersebut.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan menentang Macron dan kemudian membakar patung presiden Perancis itu.

Di Arab Saudi, media Saudi Press Agency yang dikelola negara pada Selasa mengeluarkan pernyataan dari Kementerian Luar Negeri yang mengatakan bahwa kerajaan

"menolak setiap upaya untuk menghubungkan Islam dan terorisme, dan mencela kartun ofensif nabi."

Ulama Saudi telah mengutuk karikatur itu namun juga mengutip bahwa umat perlu meneladani perilaku Nabi Muhammad yang "penuh kasih, adil dan toleran" dengan sebagian ulama terkemuka lainnya meminta umat Islam untuk tidak bereaksi berlebihan.

Di negara teluk Arab, Qatar juga mengutuk adanya penerbitan kartun Nabi Muhammad dan menyebut hal itu sebagai "peningkatan dramatis retorika populis yang memicu pelecehan agama".

Dalam sebuah pernyataan, pemerintah mengatakan bahwa ujaran yang menghasut memicu seruan berulang kali yang menargetkan hampir 2 miliar Muslim di seluruh dunia melalui pelanggaran yang disengaja terhadap sosok Nabi Muhammad dan telah menyebabkan peningkatan permusuhan terhadap Muslim.

Protes juga telah diadakan baru-baru ini di Irak, Turki,

di Jalur Gaza dan di daerah oposisi di barat laut Suriah yang dikendalikan oleh pemberontak yang didukung Turki.

Di Timur Tengah, toko Kuwait telah menarik yogurt Perancis, keju, dan botol air soda dari rak mereka, Universitas Qatar membatalkan pekan budaya Perancis,

dan seruan untuk menjauh dari jaringan toko bahan makanan Carrefour milik Perancis yang menjadi tren di media sosial Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. (*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved