Penanganan Covid 19
Masker Medis Efektif Putuskan Rantai Penularan Covid-19 Hingga 70 Persen
Perlu kedisiplinan individu maupun disiplin kolektif dalam rangka menegakkan protokol kesehatan di masyarakat.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 dr. Dewi Nur Aisyah mengatakan, perlunya kedisiplinan individu maupun disiplin kolektif dalam rangka menegakkan protokol kesehatan di masyarakat.
Terlebih, dr Dewi menyebut jika senjata yang paling utama untuk memutus rantai penularan virus Corona adalah memaksimalkan 3 M. Yakni, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Hal itu disampaikannya dalam dialog bertajuk Covid-19 Dalam Angka: Aplikasi Monitoring Perubahan Perilaku melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (29/10/2020).
"Mencuci tangan menggunakan sabun potensi penularan aja ini bisa turun sampai dengan 35 persen. Kalau kita menggunakan masker kain ini berbahan katun tiga lapis ini resikonya turun sampai 45 persen sedangkan kalau menggunakan masker medis ini sampai menutup rantai penularan sampai efektifitasnya 70 persen," kata dr Dewi.
"Menjaga jarak minimal 1 meter ini mampu mengurangi resiko sampai dengan 85 persen, tambahnya.
Baca juga: Penanganan Covid-19 di 54 Kabupaten/Kota Perlu Dievaluasi
Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Jauh Lebih Kecil Dibanding Rata-rata Dunia
Baca juga: Apa Beda Vaksin, Vaksinasi dan Imunisasi?
Ia juga mengungkapkan, bahwa Satgas Covid-19 tak akan berhenti dan bosan untuk terus mengingatkan masyarakat Indonesia menerapkan disiplin protokol kesehatan 3M.
"Kita ingin merubah yang awalnya terjadi kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat, menjadi ketahanan kesehatan masyarakat. Bedanya jauh," ucap dr. Dewi.
Satgas Kembali Ingatkan Disiplin 3M Senjata Paling Ampun Putus Rantai Penularan Covid-19
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 dr. Dewi Nur Aisyah mengatakan, masyarakat tengah dihadapi dengan kondisi kedaruratan Kesehatan Masyarakat.
Bahkan, itu bisa dilihat dimana-mana termasuk di negara-negara Eropa menunjukkan kasus Covid-19 meningkat sangat signifikan.
Maka, kata dr. Dewi, pentingnya disiplin protokol kesehatan baik secara individu maupun kolektif masyarakat.
Hal itu disampaikannya dalam dialog bertajuk Covid-19 Dalam Angka: Aplikasi Monitoring Perubahan Perilaku melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (29/10/2020).
"Kita lihat, bahwa butuh kedisiplinan individu maupun disiplin kolektif dalam rangka menegakkan protokol kesehatan," kata dr Dewi.
Pasalnya, dr. Dewi menyebut jika senjata yang paling utama untuk memutus rantai penularan Covid-19 adalah memaksimalkan 3 M. Yakni, memakai masker, menjaga jarak menghindari kerumunan dan juga mencuci tangan menggunakan sabun.
"Jika kita ingin mengubah yang awalnya terjadi kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat, menjadi ketahanan kesehatan masyarakat. bedanya jauh," ucap dr. Dewi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/lanal-babel-tindak-warga-yang-tidak-patuhi-3m.jpg)