Bikin Takjub, Segini Besar Kapasitas Otak Manusia
Mau tau seberapa besar kapasitas otak manusia? Siapkan harddisk 1 terabyte sebanyak 1.000 buah kalau kamu ingin memindahkan isi pikiran seseorang
Bikin Takjub, Segini Besar Kapasitas Otak Manusia
BANGKAPOS.COM - Mau tau seberapa besar kapasitas otak manusia? Siapkan harddisk 1 terabyte sebanyak 1.000 buah kalau kamu ingin memindahkan isi pikiran seseorang ke komputer.
Ini karena kapasitas otak manusia ternyata mencapai 1 petabyte, atau sama dengan 1 juta gigabyte (1.000 terabyte).
Hal tersebut diungkapkan oleh sebuah riset oleh Salk Institute for Biological Research Studies, sebagaimana dirangkum oleh Nextren dari Popular Science.
“Pengukuran kami menunjukkan bahwa kapasitas otak manusia 10 kali lebih tinggi dari perkiran sebelumnya, hingga paling nggak satu petabyte,” ujar Terry Sejnowski dari Salk Institute.
Para peneliti menemukan bahwa tiap sinapsis (struktur antara satu sel syaraf, neuron, dengan yang lainnya) secara rata-rata bisa menyimpan informasi sebesar 4,7 bit.
Menggunakan otak tikus sebagai acuan, tim peneliti menemukan bahwa sebuah axon (ujung pengirim sinyal listrik) pada sebuah neuron kadang membentuk dua sinapsis yang tersambung pada sebuah dendrit (ujung penerima sinyal listrik) neuron lain.
Ukuran sinapsis-sinapsis ini ternyata bervariasi dan menentukan besarnya memori yang bisa disimpan. Di hippocampus (bagian otak yang berperan menyimpan ingatan jangka panjang) saja terdapat 26 ukuran sinapsis yang perbedaan ukurannya sekitar 8 persen.
Protein Urine Tinggi Bisa Jadi Tanda Penyakit Ginjal
Tingginya kadar protein dalam urine bisa menjadi tanda penyakit ginjal.
Kondisi kelebihan protein dalam tes urine ini dalam dunia medis dikenal dengan proteinuria.
Normalnya, kadar protein urine adalah rendah.
Kadar protein urine sesekali meningkat saat seseorang berolahraga atau sakit.
Namun, kadar protein urine yang ajek tinggi bisa jadi tanda gangguan kesehatan, terutama penyakit ginjal.
Melansir Kidney Fund, setiap orang memiliki protein di dalam darahnya.
Protein utama yang terdapat dalam darah adalah albumin.
Protein memiliki banyak tugas penting bagi tubuh.
Di antaranya membantu membangun tulang dan otot, mencegah infeksi, sampai mengontrol cairan dalam darah.
Fungsi ginjal yang sehat utamanya mengeluarkan limbah dan kelebihan cairan dari darah, serta menjaga protein dan nutrisi penting tetap berada di aliran darah.
Ketika ginjal bermasalah, beberapa protein seperti albumin bisa menembus filter ginjal dan merembes ke dalam urine.
Tanda protein urine tinggi
Ketika ginjal baru mulai bermasalah, protein urine biasanya belum melonjak.
Namun, saat hasil tes urine menunjukkan rasio kadar albumin dan jumlah kreatinin dalam urine (UACR) tinggi, atau lebih dari 30 miligram/gram, kondisi ini bisa jadi tanda penyakit ginjal.
Melansir WebMD, beberapa tanda protein urine tinggi antara lain:
* Kencing berbusa atau berbuih
* Pembengkakan di tangan, kaki, perut, dan wajah
* Sering kencing
* Sesak napas
* Kelelahan
* Kehilangan selera makan
* Sakit perut dan muntah
* Sering kram otot di malam hari
Penyebab protein dalam urine tinggi
Beberapa penyakit dan kondisi bisa menyebabkan protein urine meningkat, di antaranya:
* Dehidrasi
* Peradangan
* Tekanan darah rendah
* Demam
* Aktivitas fisik berat
* Tingkat stres tinggi
* Penyakit batu ginjal
* Efek samping sering minum obat aspirin
* Suhu tubuh rendah
Ilustrasi Ginjal (Darwinsyah/BangkaPos)
Selain itu, kondisi yang merusak ginjal juga bisa menyebabkan protein dalam urine melonjak.
Biang utamanya yakni diabetes dan tekanan darah tinggi.
Kondisi serius yang bisa menyebabkan protein urine tinggi adalah:
* Penyakit gangguan daya tahan tubuh seperti lupus
* Peradangan ginjal
* Kanker darah
* Preeklamsia pada ibu hamil
* Penumpukan protein di dalam organ tubuh atau amiloidosis
* Penyakit jantung dan pembuluh darah
* Kanker ginjal
* Gagal jantung
Beberapa faktor juga meningkatkan risiko seseorang memiliki kadar protein urine tinggi, yakni:
* Kegemukan
* Usia di atas 65 tahun
* Berasal dari keluarga penderita penyakit ginjal
Kadar protein urine seseorang normal atau tinggi bisa diketahui lewat tes urine.
Untuk memastikan kadar protein urine ajek tinggi, penderita perlu melakukan tes urine berulang kali.
Ahli juga akan melihat sampel urine dengan mikroskop untuk meneliti ada tidaknya indikator masalah ginjal lainnya.
Di antaranya lewat pengamatan sel darah merah dan putih, kristal, dan bakteri.
Jika dokter melihat ada tanda-tanda penyakit ginjal, dokter biasanya merekomendasikan tes darah, tes CT scan, USG, sampai biopsi ginjal. (Kompas.com/Mahardini Nur Afifah)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Hati-hati, Protein Urine Tinggi Bisa Jadi Tanda Penyakit Ginjal
artikel ini telah tayang di https://hai.grid.id/read/071646883/seberapa-besar-kapasitas-otak-manusia-siapkan-aja-ribuan-harddisk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/freepik-kebiasaan-penyebab-tumor-otak.jpg)