CORONA (Bukan) Kiamat
Selalu sehat itu pasti, kan ada protokol kesehatan. Kita patuhi itu, mencuci tangan, menjaga jarak hingga memakai masker
Penulis: Edy Yusmanto |
BANGKAPOS.COM - Usaha yang dirintis dua tahun silam nyaris hancur gegara covid19 atau virus corona.
Kebingungan melanda Doni (33) dan empat orang karyawannya.
Omset usaha yang didominasi minuman dan makanan ringan turun drastis.
Kekhawatiran tidak mampu menutupi operasional usaha terus menghantui.
Apalagi, jasa karyawannya harus dibayarkan tepat waktu.
Doni pun sempat kalang kabut mencari bantuan demi eksistensi usaha.
Serangan 'dunia corona' membuat usaha Doni goyah.
"Sempat pasrah, mau tutup saja di awal-awal corona itu. Saya ingat betul, pembeli sepi dan banyak berdiam diri di rumah. Sementara, usaha ini harus terus berjalan," kata Doni kepada Bangkapos.com Rabu (5/11/2020).
Doni merupakan pemilik dari Waroeng Mhodues di Desa Bencah Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan.
Usaha yang fokus menjual makanan dan minuman ini tidak seperti warung pada umumnya.
Sejak awal beroperasi, usaha ini mendapatkan respon positif dari konsumennya.
Semua menyukai produk-produk olahan yang merupakan karya Doni, meski ada sedikit yang kurang menyenangi.
Secara berkala, usaha yang dimulai seorang diri ini berkembang dan sudah bisa mempekerjakan empat orang warga lokal.
"Dunia corona itu jadi bikin kacau, bingung. Tentu bukan kami saja yang merasakan. Makanya saya coba untuk maksimal bertahan, apapun dilakukan," papar Doni.
Pembeli sepi dan tidak bisa mengunjungi warungnya membuat Doni memutar otak.
Berbagai usaha pemasaran dicoba.
Mulai dari berselancar di dunia maya hingga mendatangi langsung pelanggan sebagai bentuk pelayanan.
Ternyata cara ini cukup efektif paling tidak menjaga stabilitas pendapatan minimal tidak turun jauh pendapatan.
"Kami sebar nomor telepon warung, main di media sosial. Kami juga melayani permintaan antar pesanan, tentunya dengan jarak yang masih terjangkau. Syukurlah, masih bisa bertahan sampai saat ini," papar Doni.
Corona memang memberikan dampak luar biasa pada banyak sektor kehidupan.
Meski demikian Doni tidak mau larut dalam ketakutan akan virus yang telah menelan satu juta jiwa lebih ini.
Kampanye protokol kesehatan yang digaungkan pemerintah diterapkan dalam keseharian Doni.
"Corona bukan kiamat. Selalu sehat itu pasti, kan ada protokol kesehatan. Kita patuhi itu, mencuci tangan, menjaga jarak hingga memakai masker. Itu kami terapkan di warung. Sampai-sampai, kalau ada karyawan yang tidak pakai masker langsung saya tegur," jelas Doni.
Protokol kesehatan itu dianggap Doni jadi awal yang mestinya diikuti semua orang.
Menjalankan itu berarti menjadi orang-orang yang tidak hanya menyelamatkan diri sendiri melainkan orang lain termasuk orang-orang tercinta di sekitar.
"Di depan warung saya taruh handsanitizer. Di rumah juga saya pakai terus, itu penting. Semoga dunia corona ini segera berlalu dan semua kembali seperti semula," harap Doni.
Hal serupa juga dirasakan Sundari MIrzani.
Pemilik usaha empek-empek udang Ak Sun ini mengaku sempat vakum di awal corona menyebar.
Usahanya sempat terseok-seok bahkan nyaris tutup total.
Untungnya, masih ada pelanggan-pelanggan tetap yang turut membantu mempromosikan produk ini.
"Awal bulan corona itu, bingung. Omset turun jauh. Bulan berikutnya ada yang bantu promosi, mereka itu pelanggan-pelanggan lama. Rupanya masih ada yang pesan, pelan-pelan tapi tetap ada yang minat," papar Sundari.
Strategi antar pesanan diterapkan Sundari.
Protokol kesehatan menjadi syarat yang harus diikuti bagi karyawan.
Mulai dari operasional hingga sehari-hari di tempat produksi, standar kesehatan corona itu tidak boleh diabaikan.
"Cuci tangan pakai handsanitizer, masker atau faceshield wajib dipakai. Alhamdulilah, usaha masih berjalan sampai sekarang. Omset pun pelan-pelan merangkak naik. Kita juga konsisten jaga kualitas," ungkap ibu empat orang anak yang sudah memiliki toko sendiri di Jalan Fatmawati Kampak Kota Pangkalpinang.
Patuhi dan ingat pesan ibu selama masa pandemi corona.
Mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker.
Semoga kita semua senantiasa dilindungi dan diberikan kesehatan.
(Bangkapos.com/Edy Yusmanto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/masker-dan-dunia123.jpg)