Breaking News:

Fakta Baru Oknum Perwira Polisi Bawa Sabu 16 Kg, Upahnya Segini, Dalami Keterkaitan Napi Lapas

Fakta baru kasus oknum perwira polisi bawa sabu 16 kilogram di Riau terungkap. Polisi juga mendalami dugaan keterkaitan napi Lapas Pekanbaru.

Tribunpekanbaru.com/Dodi Vladimir
Polda Riau menggelar konferensi pers terkait pengungkapan narkotika jenis sabu seberat 16 kg yang melibatkan oknum polisi berpangkat Kompol di Mapolda Riau, Sabtu (24/10/2020). 

BANGKAPOS.COM - Fakta baru kasus oknum perwira polisi bawa sabu 16 kilogram di Riau terungkap.

Polisi juga mendalami dugaan keterkaitan narapidana Lapas Pekanbaru pada kasus ini.

Hal ini terungkap setelah penyidik Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau  memeriksa IZ (55), oknum perwira polisi yang ditangkap hingga dipecat karena kasus narkoba tersebut.

Tersangka diperiksa setelah beberapa hari menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, akibat mengalami luka tembak pada saat ditangkap.

Baca juga: Kronologis Oknum Perwira Kompol Bawa Sabu 16 Kg Ditangkap, Kapolda Merah Padam: Pengkhianat Bangsa

Kebagian upah Rp20 Juta

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Victor Siagian mengungkapkan hasil pemeriksaan IZ.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka HW dan IZ, mereka diupah Rp 100 juta untuk mengantar barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 16 kilogram," ujar Victor kepada wartawan, Rabu (4/11/2020).

Dari upah Rp 100 juta ini, menurut dia, tersangka IZ mendapat bagian Rp 20 juta.

Detik-detik penangkapan oknum perwira polisi dan seorang rekan sesama kurir sabu di Jalan Soekarno Hatta, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (23/10/2020) malam sekitar pukul 19.00 WIB.(Dok. istimewa)
Detik-detik penangkapan oknum perwira polisi dan seorang rekan sesama kurir sabu di Jalan Soekarno Hatta, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (23/10/2020) malam sekitar pukul 19.00 WIB.(Dok. istimewa) (istimewa)

Sedangkan upah HW Rp 80 juta. Namun, upah tersebut belum mereka terima, karena sudah tertangkap oleh polisi.

"Belum dibayar (bandar narkoba), karena sebelum menerima (upah) kita langsung tangkap kurir jaringan internasional ini," kata Victor.

Halaman
12
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved