HUT Brimob ke 75

75 Tahun Korps Brimob Polri, Ini Sejarah Pasukan Elite Polri yang Pernah Hadapi SAS Inggris

Pasukan dengan kualifikasi pasukan khusus ini memiliki sejarah panjang dalam pembentukannya sejak

Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
Istimewa
Logo korps Brimob Polri 

Brimob sampai sekarang ini kira-kira berkekuatan 30.000 personel, ditempatkan di bawah kewenangan Kepolisian Daerah masing-masing provinsi.

5. Bentuk Sub Unit Jihandak

Pada tahun 1981 Brimob membentuk sub unit baru yang disebut unit Penjinak Bahan Peledak (Jihandak).

6. Dibentuk PHH

Semenjak huru-hara yang terjadi pada bulan Mei 1998, Pasukan Anti Huru-Hara (PHH) kini telah menerima latihan anti huru-hara khusus.

Terus menerus melakukan pembaharuan dalam bidang materi pelaksanaan Pasukan Huru-Hara(PHH).

Beberapa elemen dari Brimob juga telah dilatih untuk melakukan operasi lintas udara. Dan juga sekarang sudah melakukan pelatihan SAR(Search And Rescue)

7. Gegana

Gegana adalah bagian dari Kepolisian Indonesia (Polri).

Pasukan ini mulai ada sejak tahun 1976, meski ketika itu baru berupa detasemen.
Baru pada tahun 1995, dengan adanya pengembangan validasi Brimob bahwa kesatuan ini harus memiliki resimen.

Detasemen Gegana lalu ditingkatkan menjadi satu resimen tersendiri, yakni Resimen II Brimob yang sekarang berubah nama Sat I Gegana.

Tugas utama Gegana ada tiga: mengatasi teror, SAR dan jihandak (penjinakan bahan peledak)

Resimen Pelopor

Berbicara mengenai Korps Brimob tidak bisa dilupakan nama Resimen Pelopor atau kerap disingkat Menpor.

Nama Resimen Pelopor mungkin sangat asing ya di telinga. Nggak heran sih karena pasukan kepolisian elit ini sudah lahir di masa kemerdekaan.

Dulu pasukan ini adalah salah satu andalan Indonesia dan pernah diturunkan dalam berbagai konflik.

Makanya, soal kualitas dan pengalaman, Resimen Pelopor boleh dibilang adalah yang terbaik di Indonesia kala itu.

Sayangnya, Resimen Pelopor para akhirnya dihapus dengan alasan khusus. Padahal lagi moncer-moncernya.

Sebagai orang Indonesia yang cinta akan sejarah, kita juga harus tahu nih soal pasukan elit satu ini.

Misalnya tentang bagaimana mereka, apa yang sudah dilakukan, bagaimana jasanya bagi Indonesia, dan lain sebagainya.

Alasan Resimen Pelopor Dibentuk

Keadaan Indonesia yang baru merdeka sangat rentan sekali dengan yang namanya ancaman.

Entah agresi-agresi dari luar, lebih-lebih kudeta yang juga cukup mungkin terjadi.

Alhasil, untuk memproteksi republik ini dari hal-hal semacam itu dibentuklah satuan khusus yang anggotanya adalah orang-orang pilihan.

Singkat kata, inilah yang mendasari lahirnya Resimen Pelopor.

Sesuai dengan prediksi, kehadiran satuan ini memang benar-benar sangat membantu kestabilan NKRI.

Resimen Pelopor tercatat berhasil melakukan banyak aksi yang membuat negara kita bisa tetap aman dari segala ancaman.

Seumpama Resimen ini tidak dibentuk ketika itu, mungkin jalannya sejarah bangsa kita ini akan sedikit banyak berubah.

Berbicara soal kemampuan, Resimen Pelopor selalu dianggap lebih mematikan dari kebanyakan pasukan lainnya di masa itu.

Secara umum satuan ini ada di bawah kepolisian, tapi mereka punya kemampuan militer.

Alhasil, para anggota Resimen Pelopor pun memiliki dua keahlian yang berbeda dan membuat mereka sangat mematikan.

Anggota Resimen Pelopor dipilih dari para anggota kepolisian terbaik.

Bahkan beberapa mereka sampai ada yang kursus langsung kepada pasukan elit Amerika yang ketika itu bertugas di Okinawa.

Nggak pelak, hal ini membuat Resimen Pelopor makin maut saja.

Nggak hanya itu, pasukan ini juga didukung oleh persenjataan canggih di masanya, misalnya senjata AR-15 yang di masa itu sudah yang paling gahar.

Nggak hanya kemampuan, Resimen Pelopor ini juga punya semacam tekad yang sangat luar biasa.

Sejarah mengatakan kalau pasukan satu ini mentalnya benar-benar super.

Dalam setiap misi, mereka selalu menganggap itu sebagai tugas akhir. Alhasil, pasukan ini pun pol-polan alias maksimal banget dalam tugasnya.

Melawan SAS-nya Inggris

Berbicara soal pengalaman, Resimen Pelopor tentu sangat memilikinya. Selama terbentuk sampai tamat, pasukan ini sudah melakukan banyak misi.

Beberapa sangat mematikan, misalnya pertempuran melawan SAS.

SAS sendiri adalah pasukan spesialnya Inggris yang namanya sudah terkenal seantero jagad akan kemampuannya.

Resimen Pelopor melawan SAS ketika Indonesia menyatakan perang terhadap Malaysia.

Ketika itu TNI dan Pelopor bahu membahu mempertahankan nama baik Indonesia yang sudah diinjak-injak Malaysia.

Hasilnya bisa dibilang luar biasa. Pasukan kita, termasuk Pelopor, sanggup memberikan perlawanan yang bagus sekali di pertempuran itu.

Kalau berbicara soal jasa sih, mungkin nggak bisa dihitung ya seberapa besar sumbangsih pasukan khusus ini bagi Indonesia.

Resimen Pelopor tercatat sudah melakukan banyak sekali pertempuran penting. Selain melawan SAS tadi, masih ada beberapa perang yang mereka jalani.

Salah satunya adalah misi pembebasan Irian Barat. Ketika itu Resimen Pelopor bekerja sama dengan TNI untuk mengusir Belanda.

Nggak hanya itu, dalam dua agresi Belanda, Resimen satu ini juga berperan sangat aktif.

Resimen ini juga pernah memberangus beberapa aksi pemberontakan seperti DI/TII.

Meskipun jasanya sangat luar biasa, tapi pada akhirnya resimen ini dihapuskan. Alasannya sendiri nggak begitu prinsip sih, hanya karena pemindahan kekuasaan saja.

Begitu Presiden Soekarno lengser, pasukan ini pun langsung dilebur.

Meskipun satuannya hilang, tapi anggota Resimen Pelopor tetap masuk dalam kepolisian.

Brimob dalam peristiwa

Pendaratan di Irian Barat

Korps Brimob Polri mempesiapkan sejumlah Resimen Tim Pertempuran (RTP)di pulau-pulau di Provinsi Maluku yang terdekat dengan Irian Barat sebagai respon atas perintah Presiden Soekarno untuk merebut Irian Barat dari tangan Belanda.

Perintah Bung Karno itu dikenal sebagai Tri Komando Rakyat (Trikora). Dalam operasi ini Korps Brimob bergabung dalam Komando Mandala pimpinan Mayjen Soeharto.

Satu tim Brimob pimpinan Hudaya Sumarya berhasil mendarat di Fak-Fak Irian Barat menggunakan sebuah speedboat.

Dari Fak-Fak pasukan ini menusuk masuk ke pedalaman Irian Barat untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

Pada masa olah Yudha sebelum pendaratan di Papua, Brimob sempat dimasukkan kedalam daftar unit untuk operasi Naga, tetapi kemudian di batalkan mengingat terbatasnya kualitas Parasut yang dimiliki anggota Brimob saat itu.

Operasi Naga akhirnya dilakukan oleh RPKAD dibawah komando Jend (purn) Benny Moerdani yang kemudian mendapatkan penghargaan Bintang Sakti dari Presiden Soekarno.

Peristiwa G-30-S

Pada hari-hari setelah peristiwa G-30-S, Brimob tetap netral.

Hal ini membingungkan banyak pihak, karena pada September 1965 Brimob adalah unsur yang sangat dekat dengan Amerika.

Karena sikap ini, sebagian pengamat menganggap Brimob sebagai unsur yang setia kepada Presiden Soekarno.

Brimob juga melindungi Presiden Soekarno dari kudeta militer.

Timor Timur

Pada pembebasan Timor Timur tahun 1975 Brimob membentuk satu detasemen khusus untuk bergabung dalam Operasi Seroja, bergabungan dengan pasukan ABRI lainnya.

Detesemen khusus ini diberinama Detasemen Khusus (Densus) Alap-alap. Personil Densus Alap-alap terdiri dari mantan anggota Menpor (Resimen Pelopor).

Resimen Pelopor merupakan kesatuan khusus Brimob, yang berkualifikasi Ranger.

Resimen ini dibubarkan tahun 1974 setelah ikut malang melintang dalam beberapa operasi pertempuran, di antaranya dalam Operasi Trikora di Irian Barat dan Dwikora atau Ganyang Malaysia.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved