Minggu, 3 Mei 2026

Beginilah Kehidupan Penduduk Timor Leste yang Memilih Pindah ke Indonesia

Ada beberapa rakyat Timor Leste memilih bersama Indonesia hingga mereka memutuskan meninggalkan tanah airnya. Begini nasib mereka.

Tayang:
Editor: fitriadi
Stefanus Akim/Tribun
Pedagang aksesoris di Market Tais, di Timor Leste, Dili. Ada beberapa rakyat Timor Leets yang memilih ingin bersama dengan Indonesia hingga mereka memutuskan meninggalkan tanah airnya, begini kehidupan mereka sekarang. 

BANGKAPOS.COM - Sejak tahun 1975, orang-orang Timor Leste berjuang memperoleh kemerdekaannya, karena tak mau berada dalam cengkeraman Indonesia.

Hal itu menyebabkan pemberontakan, oleh milisi Timor Leste yang dikenal dengan Fretilin.

Invasi Indonesia pun tak bisa dihindari, militer Indonesia menyerbu kawasan itu untuk menjaga keutuhan NKRI meski harus bentrok dengan milisi Fretilin.

Hingga akhirnya pada tahun 1999, Timor Leste berhasil memperoleh kemerdekaannya sendiri.

Namun, secara resmi negara tersebut merdeka tahun 2002 setelah referendum PBB, banyak rakyatnya menginginkan kemerdekaan.

Meskipun Timor Leste merdeka, ternyata tak semua rakyatnya menginginkan kemerdekaan.

Baca juga: Simpan Rahasia Besar Soal Invasi Indonesia ke Timor Leste, Perwira Militer Ini Jadi Buruan CIA

Baca juga: Dianggap Sebagai Negara Termiskin di Dunia, Berapa Pendapatan Orang yang Bekerja di Timor Leste?

Baca juga: Dulu Ngotot Pisah dari Indonesia, Timor Leste Terancam Bangkrut dan Mulai Gunakan Dana Simpanan

Ada beberapa rakyatnya yang memilih ingin bersama dengan Indonesia hingga mereka memutuskan meninggalkan tanah airnya.

Menurut UCA News, dalam referendum tahun 2002, ada sekitar 21,5 persen atau sekitar 94.388 orang memilih tetap bersama Indonesia.

Sementara lainnya, ada 344.580 orang sekitar 78,5 persen menginginkan kemerdekaan Timor Leste.

Lantas bagaimana nasib mereka yang memilih tetap bersama Indonesia, sementara Timor Leste merdeka?

Banyak di antara mereka yang pulang kampung setelah repatriasi, tetapi lebih banyak yang memilih tinggal di Nusa Tenggara Timur.

Sekretariat Pencegahan Bencana dan Pengungsi Nusa Tenggara Timur mencatat pada tahun 2005 terdapat sekitar 104.436 pengungsi, dengan 70.453 orang tinggal di Kabupaten Belu, 11.176 di Timor Tengah Utara dan 11.360 di Kabupaten Kupang.

Sebagian besar hidup dalam kemiskinan dan tidak memiliki tanah meskipun banyak uang dialokasikan untuk proses pemukiman kembali mereka selama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (2004-14).

"Birokrasi terlalu banyak dan kami tidak benar-benar merasakan efektivitasnya," kata Matius Alves, 40, warga Timor Leste lainnya.

Tapi Alves lebih beruntung dari yang lain. Pemilik tanah mengizinkannya untuk mengelola sekitar dua hektar lahan dengan syarat bagi hasil dimana dia menanam tanaman seperti singkong, jagung, pepaya dan pisang.

Sumber: Intisari
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved