Virus Corona di Bangka Belitung
Disebut Kabur dari Rumah Sakit saat Positif Covid-19, Kepala Dinas Belitung Timur Buka Suara
Kepala Dinas Belitung Timur H bersama istrinya yang terkonfirmasi positif Covid-19 angkat bicara ketika dikabarkan kabur dari rumah sakit
Penulis: Ardhina Trisila Sakti CC | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Empat hari lalu dirinya dan istri sudah dipindahkan ke ruang perawatan VIP RSUD Belitung Timur karena sudah tidak ada gejala.
Baca juga: Motif Dua Orang Penyebar Video Syur Mirip Gisel Terungkap, Polisi Juga Bakal Kejar Pembuat Video
Baca juga: Zodiak Besok Minggu 15 November 2020: Scorpio Segera Bayar Utang, Aquarius Rejeki Nomplok
Baca juga: Roy Suryo Temukan Flare Lampu Detik ke-8 dan 14, Sebut Video Syur Mirip Gisel Asli Tanpa Rekayasa
"Kami sudah kooperatif kepada rumah sakit dengan datang sendiri untuk dilakukan tes swab follow up pada Kamis (12/11/2020) dan Jumat (13/11/2020). Saya dan istri tidak kabur. Tolong jangan ada istilah itu," kata H saat dihubungi melalui telepon.
Ketika dikonfirmasi dengan pernyataan Direktur RSUD Belitung Timur dr Cahyo yang belum mengizinkannya pulang, H berkeyakinan dengan kondisinya yang sudah tanpa gejala tidak salah jika ia pulang dan isolasi diri di rumahnya.
Ia menyampaikan terima kasih atas pelayanan rumah sakit yang diberikan padanya selama dirawat, namun ia menilai pasien juga harus dirawat dari dua sisi.
"Rehabilitasi pasien harusnya dari sisi medis dan juga psikologis. Sangat penting itu," tambahnya.
Baca juga: Sosok Wanita yang Ditakuti Nikita Mirzani Terkuak: Ngeri, Berantem Dikirim Bunga Belasungkawa
Baca juga: Daniel Mananta Nyaris Mencoba Narkoba Ketika SMA, Sosok Ini Disebutnya Jadi Penyelamat Hidupnya
Baca juga: Viral TikTok Pemuda Buktikan IPK Rendah Bukan Akhir Segalanya, Diterima Kerja Perusahaan Ternama
Ia menyampaikan baru saja menelepon dr Cahyo yang menyebutkan rumah sakit tidak melarang pulang, hanya khawatir dengan kondisi H.Seperti diketahui, H dinyatakan positif Covid-19 pada 9 Oktober 2020 lalu setelah ia menghadiri Deklarasi Damai Pilkada di Pangkalpinang. Satu pekan kemudian istrinya EH menyusul dengan status terkonfirmasi positif covid-19 dari suaminya.
Sebelumnya diberitakan posbelitung.co Kepala Dinas H dan istrinya EH yang masih berstatus positif Covid-19 kabur dari ruang perawatan RSUD Belitung Timur, Jumat (13/11/2020).
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Desa Lalang, Radianta Alfiditri, suami istri ini berdomisili di Dusun Ban Motor, Desa Lalang, Manggar.
Ia membenarkan sepasang suami istri yang berprofesi sebagai ASN ini menghilang dari rumah sakit.
Kepada posbelitung.co, Sabtu (14/11/2020), Radianta mengaku kemarin pihak Dinas Kesehatan Belitung Timur mendatanginya mengabarkan bahwa suami istri itu tak ada lagi di ruang perawatan.
Ia menjelaskan H dan EH kabur saat pihak rumah sakit ingin mengambil swab kepada dua orang tersebut.
Dinkes Belitung Timur meminta agar pihak desa menginfokan ke warga dan keluarga agar tidak kontak dengan Kepala Dinas H dan istrinya.
"Sudah kami laksanakan. Kami tegaskan kepada para Kadus dan Ketua RT agar jika melihat yang bersangkutan agar segera melapor dan jangan lakukan kontak apapun. Kami mau cari beliau juga tidak berani karena infonya beliau berdua masih berstatus positif corona," ujar Radianta kepada posbelitung.co, Sabtu (14/11/2020).
Bom Waktu
Radianta menyayangkan kaburnya pasien positif Covid-19. Ia menilai hal ini bisa jadi bom waktu karena penanganan pasien covid-19 di Belitung Timur dirasanya kurang maksimal.
Kepala Desa Lalang ini berharap kejadian ini bisa segera diselesaikan agar tidak mengkhawatirkan masyarakat luas.
Sampai berita ini diturunkan, posbelitung.co masih berusaha meminta keterangan dari pihak Dinkes Beltim maupun RSUD Belitung Timur.
Diberitakan sebelumnya, sejak Minggu (8/11/2020) H sudah dipindahkan ke ruang perawatan VIP, tidak di ruang isolasi lagi. Hal ini dikatakan Direktur RSUD Belitung Timur dr Cahyo Purnomo saat dihubungi posbelitung, Senin (9/11/2020).
dr Cahyo mengatakan beberapa hari terakhir gejalanya sudah tidak ada sehingga bisa dipindahkan sembari menunggu hasil swab follow up yang menunjukkan ia masih positif atau tidak.
"Sesuai panduan Kemenkes revisi lima kalau pasien sejak awal ada gejala harus ada pengambilan swab follow-up sebelum dinyatakan sembuh," katanya.
"Berbeda dengan situasi pada pasien yang tak bergejala. Pasien yang asimptomatik tidak perlu diswab follow-up, cukup isolasi selama 10 hari bisa dinyatakan sembuh," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/3-lokasi-ini-rentan-terjadi-penularan-virus-corona-di-masa-new-normal.jpg)