Berita UMKM
Kisah Sukses BosTelur Asin dan Ampiang, Tuperia Pernah Gagal Berkali-Kali
Bincang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rudi Center bersama Bangka Pos Group menghadirkan Owner Telur Asin Tiga Dayang dan Produk Ampiang Telur Cumi
Penulis: Sela Agustika |
BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Bincang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rudi Center bersama Bangka Pos Group menghadirkan Owner Telur Asin Tiga Dayang dan Produk Ampiang Telur Cumi Belanak, Tuperia, Rabu (18/11/2020).
Telur asin merupakan bisnis pertama yang digelutinya sejak Tahun 2010. "Tertarik bisnis telur asin karena ada saudara yang jalani bisnis ini, terus saya liat peluang dan omzetnya lumayan besar dan bagus dari sini saya tertarik untu terjun bisnis telur asin ini," kata Tuperia saat Bincang UMKM Rudi Center, Rabu (18/11/2020).
Berawal 200 ekor bebek, ia memulai bisnis telur asin tersebut, namun bisnisnya tak berjalan mulus saat itu yang mana hampir setengah bebek ternaknya mati.
"Waktu awal memulai setengah dari ternak bebek ini mati dan produksi pertama pertama saat itu cuma dapat 75 butir telur karena memang saya belum mengetahui teknik ternaknya seperti apa," katanya.
Tak hanya itu setelah berjalan beberapa tahun ia pun pernah mengalami kerugian besar, di mana bebek ternaknya tidak menghasilkan telur. Namun tak menyerah begitu saja, ia pun terus mencoba untuk menekuni dan mempelajari teknik beternak hingga akhirnya ia berhasil menemukan strategi bisnis telor asin.
"Pernah rugi waktu itu Tahun 2019 di mana semua bebek tidak produksi telur. Dari sini saya cari tahu penyebabnya. Dari kegagalan ini saya terus mencoba, karena dari sini saya percaya kegagalan adalah kunci kesuksesan dan Alhamdulillah ini saya rasakan," katanya.
Hingga saat ini dia memiliki sebanyak seribu ekor bebek yang mana dalam satu hari kurang lebih sebanyak 500 bebek yang bertelur. "Satu bebek ini telurnya satu butir dan setiap hari kurang lebih sebanyak 500 bebek yang bertelur," kata Tuperia.
Bahkan produk telur asinnya pun sudah diberi Label Telur Asin Tiga Dayang, sistim pemasaran yang sudah tersebar di Kabupaten Bangka Tengah dan Pangkalpinang. "Dalam satu minggu biasanya sebanyak kurang lebih 4000 butir telur kita kirimkan ke berbagai wilayah di Bangka Tengah dan Pangkalpinang," kata Tuperia.
Tak tanggung-tangung melalui bisnis yang ditekuninya ia sudah mempekerjakan dua karyawan dan omzet perbulannya mencapai belasan juta rupiah. "Untuk omzet kotornya belasan juta ini belum di potong pangan bebek sama yang juga kerja bantu panen bebek dan ngurusin pakannya 2 orang," katanya.
Diakuinya selama pandemi bisnis telur bebeknya pun alami penurunan karena terhambat proses pemasarannya. "Awal pandemi omzet turun kurang lebih 50 persen, tetapi sekarang ini syukurnya sudah normal kembali," ucapnya.
Harga telur bebek yang dijualnya yakni mulai dari Rp2.500 dan untuk telur asin sendiri Rp3.000. Lebih lanjut ia pun menjamin kualitas produk telur asinnya hasil ternaknya menggunakan bahan alami tanpa pengawet. Disampimg bisnis telur asin ia juga menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Batu Belubang, Kabupaten Bangka Tengah.
Penuh jiwa bisnis yang sudah tertanam sejak dulu, saat ini ia juga menjalani bisnis produk ampiang telur cumi belanak yang digelutinya bersama kelompok yang terdiri dadi 5 orang. "Terpikir bisnis ampiang ini waktu itu ibu-ibu pengen bikin usaha tetapi bingung mau usaha apa dan juga keterbatasan modal jadi dari sini kita bincang-bincang akhirnya ikut bisnis ampiang ini dengan modal awal cuma Rp100 ribu,"kata Tuperia.
"Dengan modal ini kita bikin ampiang dengan produksi awal hanya beli bahan 1/2 kg cumi, sagu, dan telor. Waktu itu hasil produksi kita dapat 2 kg yang man dijual 1 kg Rp 120 ribu," tambah bos telur asin dan ampiang itu berbagi kisah.
Berawal dari situ, bisnis ampiang yang digelutinya sejak 2020 ini perlahan mulai berkembang. Diakuinya pemasara menjadi kendala yang saat ini dialami oleh kelompoknya dalam pemasaran produk ampiang. "Saat ini pemasaran ampiang ini baru di toko-toko sekitaran desa saja belum pemasaran ke tempat lainnya dan kita berharap kedepannya pemasaran bisa lebih luas," tambah Tuperia.
Sedangkan untuk harga produk ampiang telur cumi belanak ini yaitu Rp10.000 dengan berat 1 ons. Ke depannya ia juga bermimpi ingin membuka dan menjadi produsen telur asin dan ampiang terbesar di Bangka Belitung. "Dengan membuka usaha yang besar ini saya juga ingin menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak lagi," katanya.
Nah, bagi anda yang ingin membeli telur asin tiga dayang ataupun produk ampiang telur cumi belanak bisa hubungi langsung 081977209456 atau bisa juga pesan langsung di facebook @vanyanaila. (Bangkapos.com/Sela Agustika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/telok-asin-fly1811.jpg)