Selasa, 14 April 2026

Penanganan Covid 19

Objek Wisata Bukit Maras Tutup Sementara Gegara Ada Warga di Kecamatan Riausilip Terpapar Covid-19

Sudah seminggu ini tutup, karena kemarin ada warga di lingkungan Kecamatan Riausilip terpapar covid-19

Muhammad Noordin
Bagi yang hobi berpetualangan dan mendaki, Bukit Maras yang berada di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, patut untuk dicoba. 

Bukit Maras Tutup Sementara Dampak Warga Di Kecamatan Riausilip Terpapar Covid-19

BANGKAPOS.COM - Bukit Maras dan beberapa tempat wisata di kecamatan Riausilip, Kabupaten Bangka ditutup sementara untuk wisatawan.

Penutupan ini dampak dari warga di kecamatan tersebut terpapar covid-19.

Hal ini disampaikan pengurus Bukit Maras, Adam kepada Bangkapos.com, Sabtu (21/11/2020)

"Sudah seminggu ini tutup, karena kemarin ada warga di lingkungan Kecamatan Riausilip terpapar covid-19, jadi kami tutup dulu untuk sementara," sebut Adam

Adam mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan Bukit Maras dan beberapa tempat wisata di wilayah tersebut buka kembali untuk umum.

Pihaknya masih menunggu informasi dari pihak yang berwenang.

"Belum ada kabar bukanya kapan Bukit Maras, kami juga tidak bisa memastikan, masih nunggu dari pemerintahlah," tutupnya

Sektor ini paling berdampak karena covid-19

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bangka Belitung Thomas Jusman, menyebutkan sektor yang paling terdampak covid-19 ini adalah sektro pariwisata dan UMKM.

Sebab menurutnya, sektor yang terdampak ini berkaitan dengan sektro transportasi yang masih sangat dibatasi.

"Sektor-sektor ini yang sepertinya dimasa covid-19 ini yang masih cukup baik pertumbuhannya," sebutnya dalam Focus Group Discussion bersama Bangka Pos, Jumat (20/11/2020)

Kata Thomas, dari segi inflasi Bangka Belitung biasanya di antara rata-rata 3-4 persen mendekati Nasional, namun di kondisi covid-19 ini seperti di Kota Pangkalpinang terjadi deflasi bukan inflasi, dan di triwulan ketiga itu minus 0,74 persen, sehingga kalau rata-rata inflasi di Babel ini 0,2 persen.

"Nilai tukar petani mengalami peningkatan, dari triwulan pertama ada mengalami kenaikan kemudia di bulan Oktober nilai tukar petani itu naik dari bulan sebelumnya, ini ditunjang juga bahwa harga CPO di Babel juga mengalami kenaikan sehingga harga buah sawit juga naik ditingkat petani, ini kabar baiknya semoga program pemerintah untuk menjadikan B30 dan B50 nanti bisa berhasil sehingga kedepan peranian, dan perkebunan sawit ini menjadi salah satu andalan di babel," jelasnya

Perkembangan pariwisata dan tabulasi Kepulauan Bangka Belitung Agustus 2020, kata Thomas, pada Oktober tingkat penghunian kamar atau kovensi itu naik 6,2% dari bulan sebelumnya.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved