Breaking News:

Berita Kriminalitas

'Nyanyian' Tokek Dipusaran Narkoba Seret Pasutri ke Bui, Disergap Polisi Saat Sedang Tidur Berdua

Tim Hanoman Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Barat, menggulung 4 jaringan pengguna sekaligus pengedar narkoba jenis sabu

'Nyanyian' Tokek Dipusaran Narkoba Seret Pasutri ke Bui, Disergap Polisi Saat Sedang Tidur Berdua
Ist/Polres Babar
Empat Tersangka Pengguna dan pengedar narkoba jenis sabu sabu yang ditangkap Tim Hanoman

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Tim Hanoman Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Barat, menggulung 4 jaringan pengguna sekaligus pengedar narkoba jenis sabu-sabu, Selasa (17/11/2020)

Mereka adalah Sudarman Alias Ingeng (40) warga Rt 001/Rw 001 Desa Pelangas, Dedi Rizki Alias Tokek (34) warga Dusun Keranji RT 002 Desa Rambat, Ali Pudin Als Bang Din (46) warga Desa Jelutung II Dusun Serdang III dan Wiwik Maryati alias Wiwik (37) warga Dusun Keranji Desa Rambat Kecamatan Simpang Teritip. 

Dari tangan ke empat pelaku Tim Hanoman pimpinan Kasat Reserse Narkoba Polres Bangka Barat,  Iptu Umar Dani,  menyita barang bukti  berupa 1 plastik klip bening berisi butiran kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu-sabu dgn berat bruto 0,19 gram, 3 unit telepon genggam,  uang tunai sebesar Rp 500.000, 1  buah botol Listerine (Alat Hisap Bong), 1 kaca pirek, 1  jaket jeans warna biru muda merk RHDP, 1  unit sepeda motor Honda Revo warna hitam tanpa plat nomor.

Kasat Resnarkoba Polres Bangka Barat Iptu Umar Dani membeberkan terungkapnya jaringan pengguna sekaligus pengedar narkoba tersebut bermula dari pihaknya mendapatkan informasi bahwa  adanya transaksi narkotika di Kontrakan Dusun Simpang Gong Kecamatan Simpang Teritip.

Dari kontrakan tersebut,  Tim Hanoman menangkap seorang laki laki bernama Sudarman alias Ingeng. Dari tangan Ingeng ditemukan  1 alat hisap Bong Sabu-sabu dalam saku jaket yang sedang dipakainya.

Berdasarkan hasil interogasi Ingen mengaku Bong tersebut akan digunakan bersama temannya  Dedi Alias Tokek untuk menkonsumsi sabu di dusun Keranji. 

"Sekira pukul 21.30 WIB TIM menangkap Tokek yang membawa 1  bungkus plastik bening yang berisi butiran kristal warna putih yang diduga Narkotia jenis Sabu-sabu. Dari pengakuan Tokek sabu-sabu itu dibeli melalui Wiwik sebesar Rp 500.000 sekira pukul 22.30 WIB. Tim menggeledah rumah mertua  Bang Din disaksikan perangkat desa setempat. Waktu itu Bang Din sedang tidur bersama istrinya Wiwik. Kedua pasutri itupun mengakui pernah menjual sabu ke Tokek," ungkap Umar Dani mewakili Kapolres AKBP Fedriansah, Minggu (22/11/2020)

Lanjut Umar Dani, saat dilakukan penggeledahan di kamar tidur Bang Din, ditemukan uang sebesar Rp 500.000  hasil penjualan sabu-sabu dan beberapa barang bukti lainnya yang berkaitan langsung dengan peristiwa terjadinya peredaran Narkotika ke empatnya. 

Saat ini,  Tim Hanoman terus mengembangkan kasus tersebut. Termasuk bandar besar yang mengendalikan peredaran barang haram yang dijual di sejumlah wilayah Bangka Barat.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) dan 111 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun .

"Untuk kasusnya terus kami kembangkan. Dan kami masih memburu bandar besar yang memasok sabu-sabu itu ke para pelaku pelaku," tegas Umar Dani.

( Bangkapos.com / Anthoni Ramli )

Penulis: Antoni Ramli
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved