Kamis, 21 Mei 2026

Berita Bangka

Ratusan Napi di Lapas Bukit Semut Sungailiat Sempat Derita Penyakit Kulit, Kisah Ary Nirwanto

Ratusan warga binaan Lapas Bukit Semut Sungailiat sempat terserang penyakit kulit akibat krisis air dan sanitasi buruk.

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ist Lapas
NAPI LAPAS BUKIT SEMUT--FOTO WBP Lapas Bukit Semut Sungailiat, saat mengikuti pelatihan. Ratusan Napi di Lapas Bukit Semut Sungailiat Sempat Derita Penyakit Kulit, Kisah EKS Kepala Lapas Kelas IIB Sungailiat, Ary Nirwanto 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Sebuah kisah menyentuh datang dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bukit Semut, Sungailiat, Kabupaten Bangka. 

Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lembaga tersebut sempat mengalami penyakit kulit massal akibat minimnya pasokan air bersih dan buruknya kebersihan lingkungan hunian.

Peristiwa itu diungkap langsung oleh mantan Kepala Lapas Kelas IIB Sungailiat, Ary Nirwanto, dalam acara serah terima jabatan (sertijab) kepada penggantinya, Dadang Rais Saputro, pada Jumat (3/10/2025).

Menurut Ary, peristiwa itu terjadi pada awal masa jabatannya di tahun 2023, ketika kondisi Lapas masih menghadapi banyak kendala, terutama dalam hal kebersihan dan fasilitas dasar bagi para napi.

“Malam sebelum saya serah terima jabatan waktu itu, saya sempat berkeliling ke blok-blok hunian napi. Dari jarak jauh saja sudah tercium bau badan yang menyengat. Setelah kami cek lebih lanjut, ternyata para napi itu hampir tidak pernah mandi,” ujar Ary mengenang.

Air Tak Mengalir ke Blok Hunian

Temuan itu membuat Ary kaget sekaligus prihatin. Sebab, menurutnya, persoalan bukan karena napi enggan mandi, melainkan karena air tidak mengalir ke dalam blok hunian.

“Ternyata bukan airnya tidak ada. Air sumur memang kurang, tapi air PAM sebenarnya selalu tersedia. Hanya saja pompa air yang menyalurkan ke blok-blok hunian tidak berfungsi,” ungkapnya.

Mengetahui hal itu, Ary langsung mengambil langkah cepat dengan memerintahkan perbaikan sistem pompa air serta mengganti pipa-pipa tua yang sudah rusak.

Ia juga mengubah sistem kamar mandi di setiap blok agar lebih layak digunakan.

“Sebelumnya, tempat mandi di blok hanya menggunakan pipa biasa, bahkan ada yang rusak. Sekarang sudah kami ubah menjadi sistem shower (sower), supaya napi bisa mandi dengan lebih bersih dan teratur,” jelasnya.

SERTIJAB KALAPAS - Acara serah terima jabatan (sertijab) Kalapas Kelas IIB Bukit Semut Sungailiat, Jumat (3/10/2025).
SERTIJAB KALAPAS - Acara serah terima jabatan (sertijab) Kalapas Kelas IIB Bukit Semut Sungailiat, Ary Nirwanto kepada Dadang Rais Saputro, Jumat (3/10/2025). (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Ratusan Napi Terjangkit Penyakit Kulit

Setelah sistem air kembali berfungsi, Ary kemudian memanggil tenaga medis untuk memeriksa kondisi kesehatan para napi.

Hasilnya cukup mengejutkan: hampir 200 napi terdiagnosis penyakit kulit, mulai dari gatal-gatal ringan hingga infeksi yang cukup parah.

“Setelah dicek oleh dokter, hampir 200 orang terkena penyakit kulit karena tidak pernah mandi selama berhari-hari. Kami langsung lakukan pengobatan massal dan pembagian sabun serta obat-obatan antiseptik,” terang Ary.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved