Berita Bangka
Ratusan Napi di Lapas Bukit Semut Sungailiat Sempat Derita Penyakit Kulit, Kisah Ary Nirwanto
Ratusan warga binaan Lapas Bukit Semut Sungailiat sempat terserang penyakit kulit akibat krisis air dan sanitasi buruk.
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Sebuah kisah menyentuh datang dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bukit Semut, Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lembaga tersebut sempat mengalami penyakit kulit massal akibat minimnya pasokan air bersih dan buruknya kebersihan lingkungan hunian.
Peristiwa itu diungkap langsung oleh mantan Kepala Lapas Kelas IIB Sungailiat, Ary Nirwanto, dalam acara serah terima jabatan (sertijab) kepada penggantinya, Dadang Rais Saputro, pada Jumat (3/10/2025).
Menurut Ary, peristiwa itu terjadi pada awal masa jabatannya di tahun 2023, ketika kondisi Lapas masih menghadapi banyak kendala, terutama dalam hal kebersihan dan fasilitas dasar bagi para napi.
“Malam sebelum saya serah terima jabatan waktu itu, saya sempat berkeliling ke blok-blok hunian napi. Dari jarak jauh saja sudah tercium bau badan yang menyengat. Setelah kami cek lebih lanjut, ternyata para napi itu hampir tidak pernah mandi,” ujar Ary mengenang.
Air Tak Mengalir ke Blok Hunian
Temuan itu membuat Ary kaget sekaligus prihatin. Sebab, menurutnya, persoalan bukan karena napi enggan mandi, melainkan karena air tidak mengalir ke dalam blok hunian.
“Ternyata bukan airnya tidak ada. Air sumur memang kurang, tapi air PAM sebenarnya selalu tersedia. Hanya saja pompa air yang menyalurkan ke blok-blok hunian tidak berfungsi,” ungkapnya.
Mengetahui hal itu, Ary langsung mengambil langkah cepat dengan memerintahkan perbaikan sistem pompa air serta mengganti pipa-pipa tua yang sudah rusak.
Ia juga mengubah sistem kamar mandi di setiap blok agar lebih layak digunakan.
“Sebelumnya, tempat mandi di blok hanya menggunakan pipa biasa, bahkan ada yang rusak. Sekarang sudah kami ubah menjadi sistem shower (sower), supaya napi bisa mandi dengan lebih bersih dan teratur,” jelasnya.
Ratusan Napi Terjangkit Penyakit Kulit
Setelah sistem air kembali berfungsi, Ary kemudian memanggil tenaga medis untuk memeriksa kondisi kesehatan para napi.
Hasilnya cukup mengejutkan: hampir 200 napi terdiagnosis penyakit kulit, mulai dari gatal-gatal ringan hingga infeksi yang cukup parah.
“Setelah dicek oleh dokter, hampir 200 orang terkena penyakit kulit karena tidak pernah mandi selama berhari-hari. Kami langsung lakukan pengobatan massal dan pembagian sabun serta obat-obatan antiseptik,” terang Ary.
| Satu Pria dan Dua Wanita Hidup Satu Kos Diciduk Satpol PP Bangka di Sungailiat |
|
|---|
| Pemkab Bangka akan Kelola CSR Perusahaan Swasta untuk Membantu Pembangunan Daerah |
|
|---|
| Manajemen PT GML Akan Datang Bila Dipanggil DPRD Bangka Bahas Terkait Rencana PHK Pegawai |
|
|---|
| Bupati Bangka Ajak Perusahaan Berperan Aktif Atasi Kemiskinan Melalui Skema CSR Terpadu |
|
|---|
| Bupati Bangka Fery Insani Setop OPD Setor Hewan Kurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240821-WBP-Lapas-Bukit-Semut-Sungailiat.jpg)