Senin, 20 April 2026

Inilah Pasukan Terbaik Dunia yang Berhasil Menangkap Osama Bin Laden

Osama Bin Laden terbunuh di era kepemimpinan Presiden AS Barrack Obama melalui misi rahasia Operation Neptune Spear oleh Navy Seal.

Editor: fitriadi
Istimewa
Aksi Navy Seal, pasukan khusus terbaik dunia, saat meringkus Osama Bin Laden. 

Sekitar pukul 01.00 pagi waktu setempat, Team Six berhasil mendobrak dinding kompleks menggunakan peledak dan melakukan penyerbuan bersamaan dengan tembakan dari penghuni kompleks.

Team Six berhasil melumpuhkan dua penjaga yang kemungkinan adalah sang kurir dan saudara laki-lakinya Osama. Team Six kemudian mengamankan bangunan-bangunan di kompleks, termasuk bangunan utama, ruang demi ruang.

Pertempuran terjadi di lantai satu bangunan utama, serta lantai 2 dan 3 dimana bin Laden tinggal bersama keluarganya.

Kedua lantai tersebut merupakan bagian terakhir dari kompleks yang diamankan.

Personel di kompleks ditangkap oleh SEAL, termasuk sejumlah perempuan dan anak-anak. Mereka diikat dengan pengikat plastik dan dibiarkan di tempat hingga penyerbuan berakhir baru kemudian mereka dibawa keluar.

Team Six berhadapan dengan Osama di lantai 3. Osama digambarkan mengenakan gamis khas Pakistan. Menurut pejabat berwenang AS, Osama melakukan perlawanan.

Paling tidak dua peluru merobohkan Osama. Salah satunya menembus sisi kiri kepalanya. Yang kedua, kemungkinan di kepala atau dada.

Sementara jasad Osama dibawa oleh pasukan AS, keempat jasad lainnya ditinggalkan di kompleks. Jumlah maupun identitas pasti dari penghuni kompleks tak jelas.

Beberapa di antaranya merupakan anggota keluarga Osama. Termasuk kemungkinan istri keempatnya dan anak perempuan mereka.

Penyerbuan yang direncanakan memakan waktu 30 menit, akhirnya tuntas dalam 40 menit.

Dalam penyerbuan tersebut, personel Team Six juga melucuti dan menyita hard drive komputer, dokumen, DVD, USB, dan perangkat elektronik untuk kemudian dianalisa.

Karena rusak dan tidak dapat terbang lagi, helikopter yang melakukan pendaratan darurat terpaksa ditinggalkan setelah perangkat pentingnya dirusak dan diledakkan.

Sebagai gantinya, satu dari dua helikopter Chinook yang juga sudah bersiap di ruang udara Pakistan untuk memberikan dukungan, langsung terbang menyusul ke lokasi.

Usai operasi, dua helikopter terbang ke Laut Arab Utara dan mendarat di atas kapal induk USS Carl Vinson.

Pimpinan militer Pakistan dan intelijen Pakistan diberi informasi mengenai misi tersebut oleh perwakilan AS tak lama setelah helikopter-helikopter AS keluar dari Abbottabad.

Sumber: Intisari
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved