Jumat, 24 April 2026

Puting Beliung di Muntok

Yeni Panik Bayinya Hilang Terbawa Angin, Puting Beliung Terjang 4 Kelurahan

Ibu muda ini mendapati bayinya yang baru berusia 1 tahun terbang terbawa angin puting beliung

Editor: Iwan Satriawan
Istimewa
Warga yang jadi Korban Puting Beliung di Muntok 

BANGKAPOS.COM - Yeni (22) warga Kampung Tanjung RT 02 Keluruhan Tanjung, Kecamatan Muntok, Bangka Barat, panik.

Ibu muda ini mendapati bayinya yang baru berusia 1 tahun terbang terbawa angin puting beliung ketika tengah tidur malam di ayunan gantung.

Ajaib, setelah dicari-cari di tengah kegelapan malam, bayi bernama Mahendra itu kemudian ditemukan penuh luka tersangkut di atap rumah warga dalam kondisi selamat.

Kejadian itu bermula Kamis (26/11) malam. Yeni sedang menidurkan bayinya yang baru berusia 1 tahun.

Mereka berdua di rumah karena sang suami yang seorang nelayan sedang mencari ikan di laut.

Bayi Yeni, Mahendra tidur lelap di ayunan yang dikaitkan pada kayu atap rumah di dalam kamar.

Rumah warga yang diterjang angin puting beliung
Rumah warga yang diterjang angin puting beliung (Istimewa)

Tak lama kemudian hujan lebat turun diiringi angin kencang turun di Kampung Tanjung RT 02 Keluruhan Tanjung, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Cuaca buruk itu memantik kegelisahan Yeni. Ia pun beranjak mematikan televisi di rumahnya yang sedang menyala.

Saat itu dia merasa gelagat hembusan angin dan hujan semakin menjadi jadi.

Selang hitungan detik, tiba-tiba pusaran ngin puting beliung menerbangkan atap rumah Yeni.

Mahendra yang tengah tertidur pulas di ayunan pun turut terbang terbawa angin puting beliung lalu terlempar hingga tersangkut di atap rumah tetangga mereka yang bernama Kartini.

Yaeni pun panik. Malam itu rasa kalut dan cemas menghantui perasaannya.
Terlebih, sang suami tengah pergi melaut.

Yeni pun mencari keberadaan sang buah hati. Ia kemudian berlari menuju DAM sekitar rumah. Namun tak nampak jejak ayunan yang menjadi tempat tidur sang bocah.

Belasan menit kemudian, di tengah suara gemuruh angin dan hujan disertai petir, Yeni mendengar suara tangisan Mahendra, sambil memanggil-manggil nama dirinya.

Ia pun berusaha mencari asal suara bayinya itu. Ternyata buah hatinya tersangkut di atap rumah tetangganya Kartini.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved